Ahmadi Divonis Tiga Tahun

Bupati Bener Meriah nonaktif, Ahmadi SE divonis tiga tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan

Ahmadi Divonis Tiga Tahun
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
BUPATI Bener Meriah nonaktif, Ahmadi saat menjalani sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (3/12). Ahmadi divonis pidana penjara selama 3 tahun dengan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan atas pemberian suap kepada Gubernur Aceh nonaktif, Irwandi Yusuf sebesar Rp 1 miliar yang diberikan secara bertahap. 

* Denda Rp 100 Juta, Dicabut Hak Pilih Dua Tahun
* Disambut Tangisan Istri

JAKARTA - Bupati Bener Meriah nonaktif, Ahmadi SE divonis tiga tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan, dan pidana tambahan dicabut hak pilih selama dua tahun sejak menjalani masa hukuman.

Putusan majelis hakim tersebut disampaikan dalam sidang pamungkas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (3/12).

Vonis itu langsung disambut tangisan istri Ahmadi, Hasanah yang duduk di bangku pengunjung dalam ruang sidang. Sesaat setelah sidang ditutup, Ahmadi mendatangi istri yang tak kuasa membendung tangisan. Keduanya saling berangkulan menahan haru. Hadir dalam sidang tersebut puluhan kerabat Ahmadi dan beberapa pejabat Bener Meriah.

Majelis hakim Tipikor diketuai Ni Made Sudani menyatakan, Ahmadi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara memberi suap kepada Gubernur Aceh 2017-2022, Irwandi Yusuf sebesar Rp 1,05 miliar. Suap itu terkait proyek-proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 di Kabupaten Bener Meriah. Ahmadi dinyatakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Vonis hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa, yakni pidana empat tahun penjara, denda Rp 250 juta subsider enam bulan kurungan dan pencabutan hak pilih selama tiga tahun setelah menjalani pidana kurungan.

Majelis hakim menyatakan Ahmadi terbukti memberikan suap secara bertahap kepada Gubernur Irwandi Yusuf, yaitu Rp 120 juta, Rp 430 juta, dan Rp 500 juta.

Terkait hal yang memberatkan, Hakim Ni Made Sudani menyebutkan Ahmadi tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi. Sedangkan yang meringankan, Ahmadi bersikap sopan, merasa bersalah dan berjanji tidak lagi mengulangi kesalahan serta masih memiliki tanggungan keluarga yaitu satu istri dan 4 anak, dan belum pernah dihukum.

Menanggapi vonis hakim, Ahmadi yang petang itu mengenakan kemeja coklat muda dengan motif Gayo, mengatakan majelis hakim sama sekali tidak mempertimbangkan fakta-fakta di persidangan.

“Pengadilan KPK ini seperti menggunakan kacamata kuda. Semoga ke depan tidak lagi terjadi seperti ini,” kata Ahnadi, sedikit emosi.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved