Awas! Ada 'Kolam Renang' Maut di Persimpangan Jangkabuya
Kondisi badan jalan yang hampir mencapai seratus meter itu digenangi air dan persis bagaikan kolam renang.
Penulis: Abdullah Gani | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Abdullah Gani I Pidie Jaya
SERMBINEWS.COM, MEUREUDU - Bagi pengguna jalan yang hendak menuju Jangkabuya, Pidie Jaya melalui simpang jalan nasional Banda Aceh-Medan tepatnya di Gampong Ulee Gle Kecamatan Bandardua atau lazim disebut persimpangan jalan Jangkabuya, diminta waspada.
Tidak jauh atau sekitar lima puluh meter dari persimpangan tersebut ditemui kondisi badan jalan yang sulit dilalui baik menggunakan kendaraan roda dua maupun mobil.
Baca: Jika Tak Terpilih Jadi Presiden di Pilpres Mendatang, Ini Rencana Prabowo Selanjutnya
Terlebih ketika diguyur hujan deras, kondisi badan jalan yang hampir mencapai seratus meter itu digenangi air dan persis bagaikan kolam renang.
Bagi yang sudah terbiasa menggunakan rute tersebut, mungkin tidak begitu kaget karena sudah terbiasa.
Tapi bagi Anda yang mungkin baru pertama, maka diimbau berhati-hati saat melewati jalan berair setinggi hampir 30 centimeter itu. Saat air mengering, jalannya licin dan jika lengah maut mengintainya.
Baca: Diduga Tersangkut Kasus Penipuan Calo CPNS, Ibu dan Tiga Bayi Kembar Ini Mendekam di Rutan Bireuen
Kendati kondisi badan jalan demikian sudah hampir setahun, namun terkesan belum ada yang peduli terutama Pemkab setempat.
Padahal, rute tersebut tidak pernah sepi dari pelintas baik menuju Ibukota Kecamatan Jangkabuya maupun masyarakat lainnya yang lalu lalang. Konon lagi, tidak jauh dari “kolam renang” tersebut terdapat MTsN, Kantor Urusan Agama (KUA) serta lapangan bola kaki.
Amatan Serambinews.com, Sabtu (8/12/2018) air yang menggenangi badan jalan tetap begitu selamanya. Saluran pembuang atau drainase yang ada di salah satu badan jalan tidak berfungsi karena tertimbun.
Baca: Fakta Tragedi Penembakan Prabumulih, Tentara Penyayang Keluarga Hingga Masalah Utang Serka KC
Apalagi, tanah bekas galian untuk pemasangan pipa salah satu perusahaan negara di sana dibiarkan begitu saja tanpa ditimbuni dengan rata.
“Lihat itu, pinggiran jalan sudah terhalang dengan tanah. Mana bisa air mengalir ke saluran,” kata seorang pelintas dengan nada setengah jengkel, sambil mendorong sepmornya karena terperosok ke lubang yang tertutupi air.
Kabid Bina Marga Dinas PU Pijay Rizal Fikar ST yang dihubungi Serambinews.com membenarkan kondisi badan jalan tak jauh dari simpang jalan menuju Jangkabuya mengalami kerusakan.
Jalan tersebut akan ditangani tahun 2019 mendatang. "Seharusnya, air tidak begitu banyak di badan jalan.
Tapi karena pinggiran jalan tersebut kini sudah terhalang dengan tanah bekas galian pipa PT PLN, sehingga air tidak bisa mengalir lagi ke saluran,” kata Rizal.
Baca: Buaya Kembali Terkam Warga Ujung Sialit
Ditambahkan Rizal, beberapa ruas jalan kabupaten lainnya di Pijay juga demikian. Seperti halnya sepanjang jalan Layang menuju Gampong Masjid Tuha.
Pinggiran jalan yang sudah digali PDAM, setelah pemasangan pipa, salurannya tak ditutyup dengan rapi. Akibatnya ketika diguyur hujan air bukannya mengalir ke samping jalan tapi ke badan jalan.
“Nyan keuh lageue nyan lheh dipubuet (begitulah kalau kerjanya sudah selesai),” timpal Rizal dengan nada agak jengkel.(*)