Salam

Membersihkan Aparat dari Godaan Narkoba

Dalam dua hari terakhir, Harian Serambi Indonesia mengangkat isu narkoba sebagai berita utama (headline) di halaman muka

Membersihkan Aparat dari Godaan Narkoba
SERAMBI/FERIZAL HASAN
KAPOLRES Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK didampingi Kasat Narkoba, Ipda M Nazir SH MH, mengelar perkara kasus pengedar sabu-sabu, salah satu tersangkanya oknum polisi Polres setempat, dalam jumpa pers di Mapolres Bireuen, Senin (3/12) siang. 

Dalam dua hari terakhir, Harian Serambi Indonesia mengangkat isu narkoba sebagai berita utama (headline) di halaman muka. Pada edisi Sabtu, 8 Desember, diwartakan bahwa dua oknum polisi dari Polres Gayo Lues (Galus) diciduk saat membawa ganja kering 130 kilogram (kg). Mereka malah mengangkut barang haram tersebut naik mobil patroli Satuan Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polres Gayo Lues untuk dibawa ke Medan, Sumatera Utara.

Hari Minggu kemarin kasus itu diberitakan lagi dan faktanya semakin mengagetkan. Ternyata kedua oknum polisi yang ditangkap itu sedang menjalankan misi sebagai kurir untuk membawa barang haram itu ke Medan. Sedangkan pemilik ganja, menurut polisi, bermukim di Agusan, Galus, berinisial AM. Ia bandar besar dan menjanjikan jasa Rp 200.000/kg jika barang itu sampai ke jaringannya di Medan dengan kode sandi TG.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Rahmad Hardeny MSi melalui Kasat Narkoba, Iptu Rahmat SH kepada Serambi, Sabtu (8/12) mengatakan, pemilik ganja yang berinisial AM itu sudah sejak 2017 masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi. Polres Aceh Tenggara dan Galus sudah berkoordinasi untuk mengejar AM. Polisi sudah mendatangi rumahnya, tapi rencana kedatangan polisi bocor duluan sehingga AM kabur. Begitupun, pihak kepolisian sudah memiliki foto AM yang akan segera disebar ke mana-mana.

Pengungkapan kasus ini bermula saat tim gabungan dan anggota Opsnal Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara (Agara) mengamankan 130 kg ganja dari dalam mobil patroli Sat Sabhara Polres Galus di Desa Mbatu Bulan, Dusun Datuk Saudane, Kecamatan Babussalam, Agara, Jumat (7/12) sekitar pukul 00.30 WIB.

Tentu saja kita kaget mendengar kisah ini. Bukan saja nekat, tapi tindakan tersebut sekaligus mencerminkan kedunguan tersangka pelakunya. Betapa tidak, mereka adalah polisi, membawa ganja naik mobil patroli kepolisian, diongkosi sebagai kurir untuk mengantar ganja ke Medan, dan belum terima sepeser pun “uang muka kerja”. Ironisnya lagi, yang menyuruh mereka lakukan itu adalah warga sipil, bandar narkoba, dan buronan pula. Sempurnalah dimensi kejahatan kasus ini.

Kejadian ini mestinya makin menyadarkan kita bahwa lembaga aparatur negara, lebih khusus lagi kepolisian, bukanlah lembaga yang selamanya steril dari orang-orang jahat. Ada saja oknum di dalamnya yang pada level tertentu bertindak beda dari doktrin dan kehendak korps.

Oleh karenanya, Kapolda selaku pimpinan puncak institusi kepolisian di Aceh harus sangat serius menangani kasus ini. Terlebih karena, sangat sulit diterangkan dengan logika mengapa kedua oknum polisi tersebut bukannya menangkap AM yang sudah setahun lebih dinyatakan sebagai buronan polisi, tapi justru kedua polisi itu pula yang “bekerja” dan “mengabdi” kepadanya.

Fakta ini menunjukkan ada polisi yang tak berintegritas dan mudah digoda dengan iming-iming uang. Mereka bahkan menggunakan mobil patroli milik negara untuk melancarkan aksinya.

Untuk orang-orang seperti ini, sepatutnyalah diberi sanksi tegas dan berat. Selain itu, Kapolda Aceh bersama para kapolres di provinsi ini sudah saatnya melakukan pemeriksaan rutin urine para polisi, seperti dulu pernah dilakukan Kapolda Iskandar Hasan. Saat itu sedikitnya 830 orang aparat polisi positif narkoba. Lalu mereka dibina di Mapolda Aceh sampai dinyatakan “bersih”, barulah dikembalikan ke satuannya masing-masing. Cara seperti ini tampaknya perlu dilakukan lagi sebagai shock therapy untuk memastikan tak ada aparat kepolisian yang terlibat mengonsumsi maupun berbisnis narkoba, seperti yang dilakoni dua oknum polisi dari Polres Gayo Lues itu. Semoga.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved