Salam

Berdayakan Trans-K Dulu Baru Pikir LRT atau MRT

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh berencana membangun

Berdayakan Trans-K Dulu Baru Pikir LRT atau MRT
Bus Trans Koetaradja. SERAMBI/HARI MAHARDHIKA 

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh berencana membangun sistem transportasi massal untuk Kota Banda Aceh. Transportasi massal yang layak diterapkan di Banda Aceh yaitu subway atau MRT (Mass Rapid Transit). “Setiap ibu kota provinsi harus memiliki moda transportasi massal yang bisa mengangkut 300 penumpang sekali bergerak. Kalau itu ukurannya, sudah tidak mungkin lagi bus kota,” ujar Nova.

Dia menilai Kota Banda Aceh layak memiliki transportasi publik yang dapat mengangkut penumpang dalam jumlah besar. Namun pemerintah belum memutuskan yang akan dibangun jenis Light Rail Transit (LRT) atau MRT. Karena keduanya sama-sama kereta yang menggunakan tenaga listrik sebagai penggerak.

Katanya, studi rencana pembangunan LRT atau MRT itu akan dilaksanakan Dinas Perhubungan Aceh dan selesai pada 2019. Selanjutnya akan dilakukan Studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan studi pembangunan fisik Detail Engineering Design (DED) pada 2020. Pembangunannya direncanakan dimulai 2021 dan selesai pada 2024.

Ya, bahwa Banda Aceh butuh MRT atau LRT, kita setuju. Cuma, waktunya belum sekarang. Sebab, pemerintah tidak hanya memikirkan bagaimana membangun transportasi massa di kota, tapi juga yang paling mendesak adalah membantu membangun ribuan jembatan di pedesaan agar anak-anak bisa ke sekolah tanpa harus bertarung dengan maut, seperti menyeberangi sungai berair deras sambil bergelantungan pada seutas tali. Kita bersyukur juga belakangan ini banyak prajurut TNI dan Polri yang ikhlas menjadi relawan membantu anak-anak sekolah menyeberangi sungai karena pemerintah belum membangun jembatan.

Sebuah kota, apalagi ibukota provinsi seperti Banda Aceh ini memang harus menjadi wilayah yang lebih nyaman, aman, modern, ramah lingkungan, serta efisien, bagi aktivitas warganya atau pendatang. Karenanya, pemerintah kota dituntut kreatif, tanpa harus menunggu komando pusat atau provinsi untuk menjadikan sebuah kota itu nyaman bagi warga dan pendatang. Semoga konsep Banda Aceh Kota Gemilang mengakomodir faktor-faktor yang kita sebut tadi.

Kembali ke soal transportasi massal di kota, Trans-K atau Trans Koetaradja yang sudah beberapa tahun beroperasi di Banda Aceh sejujurnya belum terurus secara baik. Tempat-tempat naik-turun penumpang tampak jorok berserak sampah. Pemerintah juga kurang sering mengampanyekan penggunaan Trans-K kepada masyarakat. Sehingga, puluhan bus mewah Trans-K dari Pusat itu kelihatan memang belum maksimal pemanfaatannya. Jadi, untuk jangka pendek ini, ketimbang berpikir MRT atau LRT, Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemko Banda Aceh lebih baik berpikir bagaimana masyarakat terutama mahasiswa, anak sekolah, dan pegawai mau menggunakan Trans-K ke sekolah, kampus, atau ke kantor. Seterusnya, dipikirkan juga membangun jembatan-jembatan layang dan perluasan jalan. Ini jauh lebih realistis untuk saat ini ketimbang berpikir membangun MRT atau LRT.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved