Salam
Ajaran Millah Abraham Harus Kita Waspadai!
Kegiatan mereka yang tersembunyi, berpindah-pindah, dan merekrut anggota secara rahasia menunjukkan bahwa kelompok ini memiliki agenda
Terungkapnya aktivitas kelompok Millah Abraham di Aceh patut menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat. Selama lebih dari satu dekade, kelompok ini beroperasi secara tertutup dan sistematis, menyebarkan ajaran yang secara nyata menyimpang dari akidah Islam.
Kegiatan mereka yang tersembunyi, berpindah-pindah, dan merekrut anggota secara rahasia menunjukkan bahwa kelompok ini memiliki agenda jangka panjang yang membahayakan ketentraman umat. Fakta bahwa mereka telah menyusup hingga ke berbagai wilayah di Aceh dan memiliki struktur organisasi yang rapi menunjukkan bahwa gerakan ini tidak bisa dianggap sepele.
Penangkapan enam orang kelompok ini oleh aparat kepolisian patut diapresiasi sebagai langkah awal memutus jaringan penyebaran ajaran sesat. Namun, tindakan hukum saja tidak cukup. Diperlukan keterlibatan aktif masyarakat, tokoh agama, dan lembaga pendidikan dalam membentengi akidah umat dari pengaruh ajaran menyimpang.
Sudah saatnya masyarakat lebih peka terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar, dan tidak ragu melapor kepada aparat bila menemukan indikasi penyebaran ajaran menyimpang.
Mari kita jaga kemurnian ajaran Islam dengan ilmu, kewaspadaan, dan kebersamaan. Jangan beri ruang bagi kelompok-kelompok yang berupaya merusak iman umat atas nama tafsir dan pemahaman pribadi yang menyesatkan.
Sebelumnya diberitakan, kelompok Millah Abraham yang dikenal menyebarkan ajaran menyimpang dari Islam, terungkap telah beroperasi secara diam-diam di Aceh lebih dari satu dekade, dan jumlahnya mencapai 51 orang.
Tercatat enam orang yang memiliki peran sentral dalam menggerakkan aktivitas kelompok. Mereka adalah AA (48), warga Medan yang berperan sebagai Imam 1 sekaligus pembaiat; HA (60), warga Bireuen sebagai Imam 2; RH (39), warga Medan sebagai Imam 4; ES (38), warga Jakarta sebagai bendahara; NAJ (53), warga Lhoksukon sebagai duta; serta M (27), warga Bireuen yang berperan sebagai sekretaris.
Berdasarkan penyelidikan aparat kepolisian, kelompok ini mulai aktif sejak tahun 2012 dengan menyasar sejumlah wilayah, terutama Aceh Utara, Banda Aceh, dan kawasan pantai barat-selatan. Untuk memutus jaringan, pihak kepolisian telah membekukan rekening keuangan bendahara kelompok.
Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Dr. Boestani, S.H., M.H., M.S.M kepada harian ini, menyebutkan bahwa kelompok Millah Abraham kerap berpindah-pindah lokasi selama 13 tahun untuk menghindari pantauan aparat.
Meski rekrutmen dilakukan secara tertutup, kelompok ini berhasil memperluas jaringan dan membina pengikut secara rahasia di berbagai daerah di Aceh. Ajaran Millah Abraham ini sangat menyimpang dari akidah Islam.
Misalnya, mengklaim Ahmad Musadeq sebagai nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad SAW, menolak mukjizat Nabi Isa AS dan Nabi Musa AS, serta mengajarkan bahwa Nabi Adam memiliki orang tua biologis. Mereka tidak mewajibkan shalat lima waktu, dan menolak jumlah ayat Al-Qur’an sebanyak 6.666 ayat, dan mengakuinya 9.236 ayat.
Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Boestani, SH mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran ajaran menyimpang seperti Millah Abraham.
Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam melaporkan segala bentuk aktivitas yang mencurigakan kepada aparat penegak hukum, demi menjaga kemurnian akidah sekaligus ketertiban sosial di Aceh. Nah?
POJOK
RSUD Datu Deru Aceh Tengah sudah bisa tangani penyakit kronis
‘Penyakit kronis’ saat ini; fitnah, dengki, dan iri hati, tahu?
Banyak kafe dan restoran di Banda Aceh nunggak pajak, kata anggota dewan
Kita tak berani komen, soalnya bicara pajak lagi sensitif, kan?
Direktur RSUD Langsa Ridha Zulkumur mendadak mundur
Mundur adalah pilihan yang terhormat, bukan ‘tamat’
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Millah-Abraham-di-Aceh.jpg)