Sebut Najib Razak Jatuh Akibat Korupsi, Ini Keinginan Besar Mahathir Mohamad Tahun 2019

"Kami harus menghindari korupsi. Karena itu, kami bakal menindak siapapun yang melakukannya. Bahkan jika itu adalah pejabat tinggi," kata Mahathir.

Sebut Najib Razak Jatuh Akibat Korupsi, Ini Keinginan Besar Mahathir Mohamad Tahun 2019
Facebook/Dr Mahathir bin Mohamad
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan saat ini Malaysia sedang bertarung melawan korupsi.

Dikutip Serambinews.com dari Kompas.com, dalam wawancara dengan Sin Chew Daily dilansir Straits Times Rabu (2/1/2019), Mahathir mengungkapkan dia ingin membersihkan Malaysia dari praktik korupsi.

PM berusia 93 tahun itu menjelaskan, pemerintahan sebelumnya yang dipimpin Najib Razak jatuh akibat korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Karena itu, menurut Mahathir aksi bersih-bersih korupsi menjadi prioritas pemerintahan koalisi Pakatan Harapan yang sudah berusia tujuh bulan itu.

"Kami harus menghindari korupsi. Karena itu, kami bakal menindak siapapun yang melakukannya. Bahkan jika itu adalah pejabat tinggi," tegasnya.

Baca: Mahathir Mohamad Bertekad Kurangi Utang Malaysia Rp 3.500 Triliun Hanya Dalam Waktu 2 Tahun

Baca: Mahathir Mohamad Akui Kondisi Malaysia Sudah Terlalu Parah untuk Diperbaiki

Baca: Rakyat Dinilai Belum Mampu Bersaing, Mahathir Larang Investor China Beli Tanah di Malaysia

Mahathir berujar, setiap orang harus tunduk kepada hukum. Mulai dari pemerintah hingga warga sipil biasa. Sebab jika tidak, maka sistemnya bakal rusak.

PM yang pernah menjabat pada 1981 hingga 2003 itu mengatakan pemerintahan Pakatan datang dengan tujuan memulihkan tata kelola dan membawa reformasi.

Karena itu selama tujuh bulan terakhir, pemerintahan Pakatan mengeksekusi setiap kebijakan dengan mulus, dan melakukan bersih-bersih demi terwujudnya "Malaysia Baru".

Baca: Bayar Senilai Rp 7,3 Miliar, Istri Najib Razak Bebas dari Tuduhan Pencucian Uang

Baca: 5 Fakta Rosmah Mansor Istri Najib Razak, Dari Gaya Hidup Mewah Sampai Gagal Operasi Plastik

Baca: Kasus Korupsi Mantan PM Malaysia Najib Razak Segera Disidang, Dijadwalkan Februari 2019

Dia menjelaskan telah memerintahkan untuk tak lagi memberikan kontrak atau mengangkat anggota partai sebagai pejabat negara.

Mahathir merespons kritikan kepada partainya, Parti Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) atas ucapan salah satu wakil presidennya.

Halaman
12
Editor: Safriadi Syahbuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved