Opini

2019, Menuju Perubahan

ALHAMDULILLAH, saat ini memasuki tahun baru 2019 M, tahun pesta demokrasi, semoga menjadi energi baru

2019, Menuju Perubahan
Instagram Ustaz Abdul Somad/Youtube
Ustaz Abdul Somad soal Tahun Baru 2019 

Oleh Abdul Gani Isa

“...Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (QS. Ar-Ra’d: 11)

ALHAMDULILLAH, saat ini memasuki tahun baru 2019 M, tahun pesta demokrasi, semoga menjadi energi baru; tahun membawa perubahan dan perbaikan ke arah yang lebih baik secara fundamental, dari tahun-tahun sebelumnya. Dan, itulah ciri-ciri orang beruntung. Semua kita paham, bahwa dalam masa satu tahun, 12 bulan, sama dengan waktu 52 minggu, 365 hari, 8.760 jam, 525.600 menit dan 31.536.000 detik, sudah terlewatkan. Pertanyaannya adalah seberapa banyak jumlah amal saleh yang sudah kita lakukan dalam limit waktu tersebut?

Ya, rata-rata umur manusia saat ini antara 60-70 tahun. Jika pun ada yang lebih dari itu masih hidup, maka merupakan “bonus” dari Allah Subhanahu wata’alaSekarang kita samakan saja rata-rata manusia meninggal plus minus di usia 65 tahun. Kita mulai akil balig, yaitu awal dari seorang anak manusia mulai di perhitungkan amal baik atau buruknya selama hidup, umumnya bagi laki-laki adalah 15 tahun dan wanita 12 tahun.

Sekarang, mari kita mencari waktu yang ada atau tersisa bagi kita untuk beribadah pada Allah Subhanahu wata’ala. Kita gunakan saja rumus sederhana: Jika rata-rata umur seseorang meninggal pada usia 65 tahun, dikurangi 15 tahun saat ia awal akil balig, maka waktu yang tersisa adalah 50 tahun. Apa dan bagaimana perilaku kita selama 50 tahun masa hidup itu? Jika kita kalikan lagi angka 50 tahun dengan 365 hari/tahunnya, maka diperoleh angka 18.250 hari.

Nah, angka 18.250 hari ini dikurangi dengan waktu tidur kita selama 8 jam anggap saja. Maka 18.250 hari dikali dengan 8 jam = 146.000 jam atau sekitar 16 tahun lebih 7 bulan; kita bulatkan menjadi 17 tahun. Jadi dalam rentang waktu kita mulai balig di usia 15 tahun sampai usia kita meninggal di 65 tahun, ada waktu 17 tahun yang hanya digunakan untuk tidur saja. Angka ini belum ditambah dengan jumlah jam yang sering kita pakai pula untuk tidur siang misalnya.

Dalam 50 tahun waktu hidup kita pascabalig yang habis dipakai aktivitas adalah 18.250 hari x 12 jam (yaitu waktu di mana siang hari biasanya kita kerja, sekolah, kuliah, berdagang, memasak dan sebagainya) maka diperoleh angka 219.000 Jam atau = 25 tahun. Belum lagi dikurangi dengan waktu kita yang biasanya digunakan untuk bersantai, istirahat sambil menonton televisi, bercanda sesama teman dan sejenisnya plus-minus 4 jam. Maka total dalam 50 tahun waktu yang dipakai untuk relaksasi tadi adalah 18.250 hari x 4 jam = 73.000 Jam atau selama 8 tahun.

Alhasil, pembaca yang budiman, selama 50 tahun masa hidup kita pascabalig, ada angka 17 tahun lamanya kita tidur + 25 tahun untuk beraktivitas di siang hari + 8 tahun untuk sekadar relaksasi dan mencari hiburan diperolehlah angka 50 tahun. Jadi umur kita 50 tahun setelah dipotong masa balig. Lalu jika usia 50 tahun ini tidak diisi dengan banyak hal yang positif, hal-hal yang bersifat ibadah pada Allah, maka manusia benar-benar berada dalam kerugian seperti firman Allah Subhanahu wata’ala (dalam surat Al-Ashr: 1-4).

Subhanallah bisa dibuktikan secara matematika. Sangat ilmiah sekali. Tidak salah sebenarnya ketika kita berargumentasi bahwa kita saat ini sedang sekolah dan mencari ilmu, bukankah itu juga ibadah? Tidak salah pula ketika ada yang berkata kita bekerja untuk menafkahi anak istri dan ini pun ibadah. Dan argumen-argumen lain sejenis itu.

Tapi sekarang, apakah benar niat kita ketika sekolah, bekerja, memasak, melahirkan, mengajar dan melakukan berbagai profesi lainnya itu sudah diniatkan untuk ibadah? Bukankah kita sendiri sering berkata: Saya sekolah agar pintar, dapat ijazah dengan angka bagus, lalu saya bisa bekerja dan dapat posisi bagus pula di perusahaan tertentu. Nikah punya anak cucu. Bukankah niat seperti ini yang sering terlintas dalam pikiran kita? Mana niat ibadahnya?

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved