Setelah Sianida, Pengusaha asal Matangkuli Aceh Utara di Jakarta Berambisi Mengangkut Nuklir

Pengusaha asal Aceh ini terus mengembangkan usahanya dan di masa depan, Ismail bertekad memiliki kemampuan mengangkut nuklir.

Setelah Sianida, Pengusaha asal Matangkuli Aceh Utara di Jakarta Berambisi Mengangkut Nuklir
FOR SERAMBINEWS.COM
Ismail Rasyid, Ketua IKA Unsyiah Jakarta periode 2013-2018. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah Jakarta dan sekitarnya, Ismail Rasyid ternyata menggeluti usaha yang terbilang langka dan berbahaya. Yaitu mengangkut sianida serta bahan kimia berbahaya dan beracun lainnya.

"Di Indonesia hanya hitungan jari sebelah tangan orang yang menjalankan usaha ini. Kalau orang Aceh, saya satu-satunya. Mungkin yang lain tak ada berani," katanya sambil tertawa saat ditemui di kantornya di Jalan Tebet Raya Jakarta, Kamis (10/1/2019) malam.

Sianida adalah senyawa kimia yang berpotensi mematikan sangat cepat.

Tapi sianida juga memberi manfaat terutama dalam industri seperti logam, pertanian, kesehatan, pertambangan dan sebagainya.

Sianida bisa dalam bentuk cair, padat, dan gas. Tergolong benda yang berbahaya dan beracun.

Salah satu bidang usaha saya adalah pengangkutan bahan-bahan beracun dan berbahaya seperti ini," ujar Ismail Rasyid.

Baca: Sianida di Kopi Mirna, Serbuk Atau Cairan?

Ia terus mengembangkan usahanya dan di masa depan, Ismail bertekad memiliki kemampuan mengangkut nuklir.

"Ambisi saya, menjadi pengusaha angkutan nuklir di masa mendatang. Ini tantangan baru buat saya, mengangkut nuklir,” ulang bapak dua anak ini.

Ismail Rasyid, lahir di Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara pada 3 Februari 1968.

Halaman
123
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved