Drainase di Banda Aceh Sering Tersumbat, Pemko Ajak Warga Tingkatkan Gotong Royong 

Sejumlah jalan maupun kawasan permukiman di Banda Aceh kerap tergenang air selama musim hujan akhir-akhir ini.

Drainase di Banda Aceh Sering Tersumbat, Pemko Ajak Warga Tingkatkan Gotong Royong 
SERAMBI/M ANSHAR
ILUSTRASI -- Kendaraan melintas dekat genangan air dan sampah yang berserakan di Jalan WR Supratman, Peunayong, Banda Aceh, Jumat (28/7/2017). Kondisi kumuh tersebut sangat menganggu keindahan Kota Banda Aceh. SERAMBI/M ANSHAR 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sejumlah jalan maupun kawasan permukiman di Banda Aceh kerap tergenang air selama musim hujan akhir-akhir ini. 

Meskipun tidak berlangsung lama, genangan air tersebut sangat mengganggu masyarakat yang melintas.

Kondisi itu ternyata diakibatkan oleh drainase dan saluran air yang sering tersumbat kotoran maupun sampah yang dibuang masyarakat.

Informasi tersebut diungkapkan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banda Aceh, Ir Gusmeri MT saat dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (14/1/2018). 

Menurutnya, sebagian besar kawasan yang tergenang karena tersumbatnya drainase oleh sampah.

Baca: Warga Jalan Gabus Keluhkan Drainase

Baca: Jalan dan Drainase Perlu Segera Dibenahi

Baca: Sejumlah Kawasan Banda Aceh Tergenang, Dewan Kota: Sistem Drainase tak Cocok Lagi dengan Zaman Now

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan masing-masing, salah satunya dengan melaksanakan gotong royong setiap minggu.

“Persoalan drainase ini sangat menyedihkan. Harus diakui, saat ini kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungannya berkurang. Kalau dulu setiap gampong melaksanakan gotong royong setiap minggu, tapi sekarang tidak kita dengar lagi,” ujar Gusmeri. 

Bahkan yang paling menyedihkan, lanjutnya, masih ada warga yang sengaja membuang sampah ke drainase, dengan alasan ada petugas yang akan membersihkan.

Gusmeri yang juga Kepala Bappeda Banda Aceh itu meminta masyarakat bersama-sama Pemko untuk menjaga setiap saluran air agar tidak tersumbat.

Dijelaskan, kondisi topografi Banda Aceh flat (datar), sehingga akan sangat sulit mengalirkan air secara gravitasi. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved