Breaking News

Pertama dalam Sejarah, Puteri Kerajaan Thailand Ikut Pemilihan Calon PM, Raja Bilang ‘Tak Pantas’

Andai saja langkah Ubolratana Mahidol mulus, kehadirannya dianggap sebagai ancaman besar terhadap militer.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
khaosodenglish.com/AFP
Putri Ubolratana Mahidol dan sang adik yang merupakan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn 

Pertama dalam Sejarah, Puteri Kerajaan Thailand Ikut Pemilihan Calon Perdana Menteri. Jika pencalonannya diterima oleh komisi pemilihan Thailand, Putri Ubolratana Mahidol akan menjadi penantang kuat bagi Perdana Menteri Thailand saat ini, Prayuth Chan-ocha, yang berlatar belakang jenderal militer Thailand.

SERAMBINEWS.COM, BANGKOK - Dalam suatu langkah yang tidak biasa, yang mengejutkan banyak orang di dalam dan luar negeri, seorang anggota Kerajaan Thailand terjun dalam pemilihan calon Perdana Menteri di Negeri Gajah Putih itu.

Media lokal The Nation seperti dikutip Anadolu Agency melaporkan, Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi, kakak perempuan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn, akan menjadi kandidat perdana menteri dari Partai Grafik Raksa Thailand (Thai Raksa Chart Party).

Pemilihan umum Thailand dijadwalkan berlangsung 24 Maret mendatang.

Ajang ini dianggap sebagai kesempatan bagi demokrasi Thailand setelah selama lima tahun terakhir berada di bawah pemerintahan militer.

Kepastian pencalonan Putri Ubolratana diumumkan oleh pemimpin Partai Raksa Chart, Preechapol Pongpanich, setelah partai mendaftarkannya sebagai kandidat di EC Thailand, Jumat (8/2/2019).

“Putri sebagai satu-satunya kandidat (perdana menteri). Dia berpengetahuan luas dan sangat cocok. Saya percaya tidak akan ada masalah hukum dalam hal kualifikasinya, tetapi kita harus menunggu Komisi Pemilihan untuk mendukung pencalonannya," kata Pongpanich kepada wartawan.

Baca: Thailand Batalkan Pengajuan Hak Paten Ganja untuk Perusahaan Asing

Baca: Kelompok Bersenjata Tembak Biksu di Thailand, Dua Tewas dan Lainnya Terluka

Namun, pencalonan Putri Ubolratana ditentang oleh Partai Reformasi Rakyat.

Partai ini meminta Komisi Pemilihan EC Thailand untuk memutuskan, apakah pencalonan putri untuk pekerjaan perdana menteri melanggar undang-undang pemilihan.

"Langkah itu merupakan pukulan serius terhadap rencana Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dan Partai Prangarath Palang (PPRP) untuk memperluas kekuasaan melalui pemilihan 24 Maret," tulis Bangkok Post dalam laporannya.

File photo of Princess Ubolratana
File photo of Princess Ubolratana (khaosodenglish.com)

Jika pencalonannya disetujui, maka Putri Ubolratana adalah anggota pertama dari keluarga Kerajaan Thailand yang ikut dalam pemilihan umum.

Negara ini telah menjadi monarki konstitusional sejak 1932, di mana eksekutif dipilih oleh orang-orang, namun raja menghasilkan banyak pengaruh.

Tentara Thailand secara tradisional tetap setia kepada raja dan keluarganya.

Partai yang mengusung Putri Ubolratana adalah kelompok oposisi yang didirikan oleh sekutu mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dan saudara perempuannya Yingluck, yang digulingkan dalam kudeta tahun 2014.

Jika pencalonannya diterima oleh komisi pemilihan Thailand, dia akan menjadi penantang kuat bagi Perdana Menteri Thailand saat ini, Prayuth Chan-ocha, yang berlatar belakang jenderal militer Thailand.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved