Terancam tak Bisa Ikut Seleksi, Kobar GB Abdya Minta Honorer K2 Berijazah D-II Diterima Sebagai P3K

Persyaratan ijazah S1 bagi tenaga guru honorer K 2 ditetapkan dalam surat Kemenpan RB RI Nomor: B/013/FP3K/M.SM.01.00/2019 tanggal 4 Februari 2019.

Terancam tak Bisa Ikut Seleksi, Kobar GB Abdya Minta Honorer K2 Berijazah D-II Diterima Sebagai P3K
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Para tenaga guru honorer kategori dua (K2) sedang mengikuti verifikasi berkas persyaratan. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Dari sekitar 205 tenaga honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sebanyak 127 orang yang sudah berhasil mendaftar secara online melului website http://ssp3k daftar.bkn.go.id/akun sampai ditutup pendaftaran, Minggu (17/2/2019) pukul 24.00 WIB.

Namun, beberapa orang di antaranya yang sudah berhasil mendaftar tersebut terancam tidak bisa mengikuti seleksi penerima P3K yang menurut jadwal dilaksanakan pada 24 Februari mendatang.

Baca: Puluhan Honorer K2 Abdya Gagal Mendaftar Seleksi P3K, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Pendaftaran

Baca: Tiga Remaja Curi Uang Rp 3 Juta di Laci Guru SMKN 2 Takengon, Salah Satunya Siswa Sekolah Tersebut

Baca: Haji Uma Ungkap 12 TKI Aceh Terjebak dan Dipekerjakan tak Manusiawi di Malaysia, Ini Identitasnya

Penyebabnya, persyaratan pendidikan tidak terepenuhi. Persyaratan yang ditetapkan untuk tenaga pendidikan (guru) antara lain berijazah S1, sementara ada di antara tenaga K2 yang berhasil mendaftar dengan ijazah D-II.

Persyaratan ijazah S1 bagi tenaga guru honorer K 2 ditetapkan dalam surat Kemenpan RB RI Nomor: B/013/FP3K/M.SM.01.00/2019 tanggal 4 Februari 2019.

Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar GB) Abdya, Rusli dihubungi Serambinews.com, Rabu (20/2/2019) menjelaskan, hasil penelusurannya, terdapat sekitar 10 sampai 20 tenaga guru honorer K2 yang belum memiliki ijazah S1, baik yang sudah berhasil mendaftar dan belum berhasil mendaftar sebagai peserta seleksi penerimaan P3K Tahap I tahun 2019.

“Beberapa di antara mereka yang belum memiliki ijazah S1 itu, tapi sudah hampir selesai pendidikan program S1 di perguruan tinggi. Ijazah sudah bisa diambil sekitar April mendatang,” kata Rusli.

Mengutip permintaan para tanaga guru honorer yang belum memenuhi persyaratan pendidikan itu, Ketua Kobar GB Abdya, Rusli memohon kepada Pemkab Abdya agar bisa menerima tenaga guru honorer K2 dengan ijazah D-II untuk mengikuti seleksi penerima P3K tahun 2019.

Sebab, mereka juga memiliki Nomor Tes CPNS tahun 2013 dan juga terdata di database. Lagi pula, berijazah S1 saat ini, tapi pada database masih tertera ijazah D-II.

“Peluang mereka berijazah D-II hanya pada penerimaan P3K 2019 ini. Kendala ini, kita harapkan segera dicara solusi oleh Pemkab Abdya sehingga tenaga guru honorer K2 yang sudah lama mengabdi tersebut bisa diterima sebagai P3K,” paparnya.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved