Masyarakat Bunin dan Damaran Baru Usul Hak Kelola Hutan Desa ke KLHK

Ppermohonan pengelolaan hutan desa ini merupakan keinginan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan secara mandiri.

Masyarakat Bunin dan Damaran Baru Usul Hak Kelola Hutan Desa ke KLHK
Dok: HAkA
Masyarakat Desa Bunin dan Damaran Baru menyerahkan dokumen usulan Hak Pengelolaan Hutan Desa ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta, Rabu (20/2/2019). 

SERAMBINEWS.COM - Difasilitasi Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), perwakilan Masyarakat dan aparatur Desa Damaran Baru dan Desa Bunin, Kabupaten Aceh Timur, menyerahkan dokumen usulan Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) ke Kementerian Lingkungan Hidup  dan Kehutanan (KLHK) melalui Dirjen Perhutanan Sosial dan Kerjasama Lingkungan (PSKL), pada Rabu (21/2/2019).

Dokumen yang diserahkan itu telah memenuhi persyaratan usulan hutan desa berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.83 tahun 2016 tentang Perhutanan Sosial.

Masyarakat kedua desa ini pun menyatakan siap melakukan menjaga dan mengelola kawasan hutan yang diajukan. Sehingga dapat memastikan keberlanjutan dan keberadaan hutan di desa mereka.

Baca: Hutan Adat Dibabat Habis

Baca: Siapapun Boleh Kelola Hutan Aceh

Baca: Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat

Mustakirun, Kepala Desa Bunin, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur menyampaikan bahwa permohonan pengelolaan hutan desa ini merupakan keinginan masyarakat gampong Bunin dalam menjaga kelestarian hutan secara mandiri.

Apalagi sejak dulu, masyarakat tidak mengetahui bahwa kawasan hutan yang saat ini dimanfaatkan dan dikelola masyarakat itu adalah hutan negara.

“Permohonan ini kami sampaikan kerena kami ingin menjaga dan mengelola hutan secara mandiri," katanya.

"Dari dulu kami beraktivitas di dalam kawasan hutan lindung dan hutan produksi Bunin, tapi kami tidak tahu kalau hutan itu milik negara,” tambah Mustakirun.

Baca: Polisi Tetapkan Tersangka Lain Kasus Jual Beli Hutan Lindung Galus, Ini Jumlah yang Sudah Ditahan

Baca: Polisi Jebloskan Tersangka Penjual Hutan Lindung di Gayo Lues, Luasnya Bikin Kaget

Baca: Jual Beli Hutan Lindung, Pejabat BPN Aceh Jaya Ditahan Polisi di Mapolres Gayo Lues

Selain itu, Petue Kampung (Badan Pengawas Desa) Damaran Baru, Nuzul Alfiandi menyampaikan, penyerahan dokumen yang difasilitasi Yayasan HAkA ini merupakan langkah tepat yang diambil dalam melakukan penyelamatan hutan di Kampung Damaran Baru.

Apalagi Kampung Damaran Baru merupakan daerah kawasan rawan bencana banjir bandang.

Sehingga diharapkan pengelolaan hutan secara mandiri ini dapat memastikan hutan di kampung Damaran Baru tetap lestari.

Halaman
12
Penulis: Taufik Hidayat
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved