Masuki Masa Panen, Harga Gabah Turun, Petani Pidie Menjerit

Memasuki musim panen harga gabah kering panen (GKP) merosot dari Rp 5.500/Kg kini menjadi Rp 4.400G/Kg.

Masuki Masa Panen, Harga Gabah Turun, Petani Pidie Menjerit
SERAMBINEWS.COM/NUR NIHAYATI
Operator menggerakkan mesin pemotong padi di persawahan Gampong Bluek Arab, Kecamatan Peukan Baro, Pidie, Minggu (3/3/2019). 

Laporan Nur Nihayati | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Memasuki musim panen harga gabah kering panen (GKP) merosot dari Rp 5.500/Kg kini menjadi Rp 4.400G/Kg.

Anjloknya harga gabah ini sangat menghimpit ekonomi petani karena mereka terdesak beban menutupi tagihan usai panen.

Mereka terpaksa menjual gabah dengan harga murah.

Rusli (40) warga Lueng Sago, kepada Serambinews.com, Senin (4/3/2019) mengaku, saat ini di daerahnya sudah selesai panen.

Tapi harga gabah dijual petani ke pedagang cukup anjlok.

Baca: Hasil Panen Padi di Pidie Turun Drastis, Mulai dari Pupuk Langka Hingga Irigasi tak Maksimal

Baca: Hasil Panen Padi di Pidie Menurun

Baca: Petani Pidie Jaya Panen Padi, Tapi Harga Jualnya Melorot

"Variasi ada Rp 4.400-Rp 4.500/Kg harga gabah kering petani. Sedang saat tidak panen harga gabah mencapai Rp 5.500/Kg," ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Hasan di Peukan Baro.

Ia mengaku petani tetap terjepit di saat panen harga gabah turun.

"Jika dibanding ongkos bajak, untuk pupuk rasanya tidak imbang," keluh Hasan.

Halaman
12
Penulis: Nur Nihayati
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved