Mesum di Hotel, Enam Pasangan Dicambuk, Tiga Terpidana Nyaris Pingsan

Sebanyak enam pasangan non-muhrim yang terjaring razia Satpol PP/Wilayatul Hisbah (Satpol PP/HW) Aceh menjalani eksekusi hukuman cambuk di depan umum.

Mesum di Hotel, Enam Pasangan Dicambuk, Tiga Terpidana Nyaris Pingsan
Serambinews.com
Seorang terpidana cambuk nyaris pingsan dan harus dipapah oleh petugas saat pelaksanaan hukuman cambuk di Banda Aceh, Senin (4/3/2019). 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak enam pasangan non-muhrim yang terjaring razia Satpol PP/Wilayatul Hisbah (Satpol PP/HW) Aceh menjalani eksekusi hukuman cambuk di depan umum.

Mereka dicambuk di halaman Masjid Syuhada, Gampong Lamgugop, Banda Aceh, Senin (4/3/2019) pagi. Ratusan warga pun memadati lokasi eksekusi cambuk tersebut.

Ke-12 orang terpidana atau enam pasangan itu dihadapkan kepada algojo karena terbukti melanggar syariat Islam, yaitu  bermesra-mesraan (ikhtilat) dan berdua-duaan di tempat sepi (khalwat).

Kabid Penindakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP-WH Aceh, Marwan Jalil mengatakan, para pelanggar tersebut diamankan oleh Satpol PP dan WH Aceh pada salah satu hotel di Kawasan Neusu, Banda Aceh.

Saat diamankan pada 12 Desember 2018 itu, pasangan mesum itu sedang berada di dalam kamar hotel.

Akhirnya, setelah ditahan dan menjalani persidangan di Mahkamah Syariah, ke-12 pasangan itu dieksekusi.

Ke-12 pasangan tersebut yaitu Nurlaili, Edianto, Rita Zahara, Rizki Kurniawan, Ria Zuelmi, Netty Herawati, Elina, Julfikar, Nuridawati, Surya, Tarmizi, dan Yayang Maulida.

Vonis majelis hakim terhadap terpidana pun berbeda-beda, mulai 7 hingga 25 kali cambuk. Karena dakwaan mereka juga berbeda-beda, antara Khalwat dan Ikhtilat.

Baca: Eksekusi Cambuk Oknum DPRK Agara tak Jelas

Baca: Darson, Pasien Tumor asal Simeulue Meninggal Dunia di RSUZA Banda Aceh

Baca: BREAKING NEWS - Politikus Partai Demokrat Andi Arief Ditangkap karena Narkoba

Dalam prosesi cambuk, para terpidana dipanggil secara bergiliran ke atas panggung, yang diawali oleh para terpidana laki-laki.

Meskipun sebagian besar terpidana denganm lancar menjalani eksekusi. Namun terdapat tiga wanita yang tampak menangis sambil menutupi wajah saat algojo melayangkan cambukan rotan ke punggungnya.

Usai dicambuk, tampak tiga terpidana wanita yang nyaris pingsan dan harus dipapah oleh petugas untuk menuju salah satu ruangan di samping masjid.(*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved