Ini Penjelasan Kapolres Abdya, Terkait Ayah Hamili Anak Tirinya

MI diduga melakukan persetubuhan terhadap anak di bawah umur, yang tidak lain adalah anak tirinya itu pada Agustus 2018.

Ini Penjelasan Kapolres Abdya, Terkait Ayah Hamili Anak Tirinya
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Terkait aksi bejat MI (31) salah seorang warga Kecamatan Jeumpa di Aceh Barat Daya (Abdya) yang tega menghamili, sebut saja Mawar tak lain anak tirinya itu, Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK angkat bicara.

Ia mengaku telah menerima laporan dan mengamankan pelaku, pasca diserahkan oleh warga kepada pihaknya. 

"Tersangka sudah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut," ujar Kapolres Abdya, AKBP Moch Basori SIK. 

Dari keterangan awal, kata AKBP Moch Basori, MI diduga melakukan persetubuhan terhadap anak dibawah umur, yang tidak lain adalah anak tirinya itu pada Agustus 2018.

"Kejadiannya itu sekira pukul 06.00 WIB pada Bulan Agustus 2018," sebutnya.

Meski begitu, Kapolres belum bisa memastikan tentang kronologis detail, mengingat korban dan saksi belum dimintai keterangan. 

"Untuk rincian kronlogis, masih dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi," pungkasnya.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, bahwa bayi dalam kandungan Mawar itu, sempat ingin digugurkan oleh orangtuanya ke Meulaboh. 

Baca: Ayah Diduga Hamili Anak Tiri di Abdya, Terungkap Setelah Korban Jatuh di Sekolah

Baca: 7 Fakta Kepala Desa Dipolisikan Usai Hamili ABG, Tak Mau Tanggung Jawab hingga Disuruh Aborsi

Baca: Polisi Periksa Empat Saksi, Terkait Kasus Ayah Hamili Anak di Aceh Tenggara

Baca: Diduga Dihamili Dalam Keadaan Koma, Pasien Ini Lahirkan Bayi dengan Selamat

Baca: Murid SD Alami Keguguran di Sekolah, Korban Dihamili Sang Paman

Namun, usaha untuk menggugurkan bayi itu gagal dilakukan, mengingat usia kandungannya sudah memasuki empat hingga lima bulan. 

Seperti diketahui, aksi bejat sang ayah tiri itu, terbongkar setelah sang anak tirinya sebut saja Mawar (11) terjatuh di sekolah, dan dibawa ke rumah sakit. 

Hal itu dilakukan pihak guru tempat Mawar sekolah di salah satu sekolah di Jeumpa, karena melihat kondisi korban sejak beberapa hari terakhir berbeda dari biasanya.

Terlebih, pada bagian perut korban, nampak menonjol ke depan. Atas kecurigaan itu, pihak guru pun membawa Mawar ke rumah Sakit. 

"Seusai diperiksa, sang anak dinyatakan positif hamil, lebih kurang empat hingga lima bulan usia kandunganya," ujar Camat Jeumpa, Teuku Nasrul. 

Mendapat kabar itu, katanya, pihak sekolah mencoba meminta keterangan kepada Mawar.

"Awalnya dia gak mau ngaku, setelah dipaksa, akhirnya ia buka mulut, itu adalah perbuatan ayah tirinya," sebutnya. 

Mendapat kabar itu, kata Nasrul, pihak guru melaporkan ke perangkat desa. Tak lama kemudian, sejumlah warga menjemput sang ayah tiri ke tempat bekerja di Kuala Batee. 

"Seusia di jemput, ayah tirinya dibawa ke Polsek Jeumpa," katanya. 

Namun, melihat massa yang terlalu ramai memadati Polsek, akhirnya pelaku itu diboyong ke Polres Abdya. 

"Ia itu aslinya medan, dan baru menikah lebih kurang, setahun lalu, bahkan kini sudah memiliki anak lebih kurang delapan bulan," terangnya. (*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved