Selamatkan Seekor Kucing di Atas Tiang Listrik, Pria Ini Diskors Kantor Akibat Aksinya
Penduduk setempat merekam aksi German saat menyelamatkan kucing tersebut dan bertepuk tangan atas aksi heroik yang dilakukannya
SERAMBINEWS.COM - Seorang pekerja Verizon diskors dari pekerjaannya karena menyelamarkan seekor kucing yang terjebak di atas tiang listrik.
Maurice German sedang bekerja di daerah Port Richmond, Pennsylvania, Sabtu lalu.
Lalu, salah seorang penduduk memintanya untuk membantu menyelamatkan kucing yang bernama 'Momma'.
CBS Philly melaporkan bahwa kucing itu terjebak di atas tiang selama sekitar 12 jam.
Baca: Peristiwa Pembantaian 115 Penduduk Desa di Mali oleh Sekelompok Suku Pemburu
German kemudian menggunakan lift boom pada peralatan kerjanya untuk menjangkau kucing tersebut.
Penduduk setempat merekam aksi German saat menyelamatkan kucing tersebut dan bertepuk tangan atas aksi heroik yang dilakukannya.
Kucing tersebut kemudian berhasil diselamatkan dan dikembalikan kepada pemiliknya tanpa luka sedikit pun.
Meski aksi German mulia bagi banyak orang, namun tidak bagi perusahaan tempatnya bekerja.
Baca: Asal Muasal Nama Bawang Bombay, Dibawa Oleh Pedagang India Namun Berasal Dari Palestina
Verizon justru menangguhkan German selama 15 hari, seperti diwartakan Daily Mail pada Sabtu (23/3).
Mereka berdalih bahwa kendaraan dan peralatan yang digunakan untuk menyelamatkan kucing itu tidak dimaksudkan untuk digunakan di daerah tersebut.
Juru bicara Verozon, Rich Young, mengatakan kepada CBS Philly bahwa mereka tidak suka dengan aksi tersebut.
Baca: Penambangan Galian C di Sungai Krueng Beukah Abdya Bahayakan Intake IPA Blangpidie
"Namun, kami berkomitmen dan bertanggung jawab untuk menjaga keselamatan karyawan dan pelanggan kami saat berada di area tertentu," tambahnya.
Jaringan telekomunikasi mengatakan teknisi lapangannya wajib berpartisipasi dalam pelatihan keselamatan dengan tujuan menjaga keamanan pekerja dan pelanggannya.
Young menambahkan, "Sayangnya, meskipun tujuan karyawan ini mengagumkan, dia berpotensi membahayakan nyawanya dan orang-orang di sekitarnya."
Baca: Garuda Indonesia jadi Maskapai Paling Tepat Waktu Se-Asia Tenggara
Dia mengatakan, "Meskipun tindakan kami mungkin tidak populer, itu demi kepentingan terbaik karyawan kami dan komunitas yang kami layani."