KWPSI Diminta Terus Kawal Syariat Islam di Aceh

Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) merupakan salah satu mitra strategis Pemerintah Aceh

KWPSI Diminta Terus Kawal Syariat Islam di Aceh
H. Usamah El-Madny, S.Ag, MM. Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh

BANDA ACEH - Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) merupakan salah satu mitra strategis Pemerintah Aceh dalam pelaksanaan Syariat Islam di daerah ini. Karena itu, KWPSI diminta agar terus menerus menginspirasi, memberi saran pendapat, dan mengawal pelaksanaan syariat Islam di Aceh yang diamanahkan undang-undang kepada Pemerintah Aceh. Demikian antara lain disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny SAg MM, saat membuka Rapat Kerja (Raker) KWPSI Tahun 2019 di aula dinas tersebut, kawasan Gampong Mulia, Banda Aceh, Sabtu (6/4).

Menurut Usamah, pelaksanaan syariat Islam di Aceh merupakan tugas dan kewajiban kolektif Pemerintah Aceh dan segenap kompenan masyarakat. “Ini adalah amal jama’i, tugas kolektif kita bersama,” tegas Usamah. Menurutnya, semua pihak di Aceh harus terus bergandengan tangan agar tugas berat tersebut menjadi ringan.

Karena itu, Usamah meminta KWPSI dan berbagai mitra strategis lainnya agar tidak pernah pernah jenuh melanjutkan kebaikan-kebaikan yang selama ini sudah dimulai. “Anda dan kita semua tidak boleh jenuh dan merasa lelah melakukan dakwah, kita harus terus ber-fastabiqul khairat,” pintanya.

Menurut Usamah, KWPSI bukan hanya organisasi profesi tapi juga sebuah institusi dakwah yang dinamis dan kreatif. Oleh sebab itu, Kadis Pendidikan Dayah Aceh mengingatkan seluruh pegiat KWPSI agar tidak tertimpa penyakit futur, penyakit yang kerap menimpa aktivis dakwah. “Bila Anda sebagai aktivis dakwah dilanda futur, maka segenap semangat dan kreativitas Anda akan mati serta dakwah pun akan berhenti,” ungkap Usamah.

Ia menjelaskan, futur adalah suasana pasikologis yang merasa malas, enggan, dan lamban dalam melakukan kebaikan, yang mana sebelumnya seseorang rajin dan bersemangat melakukannya. Futur adalah penyakit yang sering menyerang sebagian ahli ibadah, para dai, dan penuntut ilmu. Sehingga seseorang menjadi lemah dan malas, bahkan terkadang berhenti sama sekali dari melakukan suatu aktivitas kebaikan.

Pada kesempatan itu Usamah juga meminta KWPSI agar menjadi ‘darah segar’ dan penyuplai energi baru yang positif konstruktif bagi Pemerintah Aceh. Sehingga Pemerintah Aceh senantiasa memiliki spirit, energi, dan daya dongkrak yang luar biasa dalam mewujudkan Aceh Hebat dalam bingkai syariat.

Kepada peserta Raker KWPSI, Usamah mengingatkan bahwa sebuah peristiwa besar sering kali dimulai dari hal-hal yang kecil dan dilakukan oleh kelompok kecil. Karena itu, menurutnya, KWPSI harus punya tekad dan keyakinan bahwa segenap gerakan moral yang selama ini dilakukan pada masanya nanti akan menjadi bagian penting dari proses perubahan Aceh menjadi lebih baik.

Usamah menambahkan, pada era 4.0 dimana sudah hadir sejumlah kecerdasan buatan, maka dengan segenap potensi yang terbatas pun KWPSI akan mampu melakukan banyak hal hal besar.

“Yang penting seluruh komponen KWPSI tetap konsisten dan istikamah di jalan kebaikan ini. Insya Allah semua akan indah pada masanya,” pungkas Usamah.(rel/jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved