Posting Ujaran Kebencian untuk Capres 02, Pria Pengangguran dan Residivis Ini Diringkus Polisi

Pria kelahiran 36 tahun lalu di Surabaya ini ditangkap lantaran menulis ujaran kebencian di media sosial yakni Facebook.

Posting Ujaran Kebencian untuk Capres 02, Pria Pengangguran dan Residivis Ini Diringkus Polisi
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Arif Kurniawan saat dibawa anggota Polda Jatim, Minggu (7/4/2019). 

SERAMBINEWS.COM, SURABAYA-  Arif Kurniawan Radjasa atau AKR, nama asli pemilik akun Facebook Antonio Banerra ditangkap oleh Polda Jatim, Sabtu (6/4/2019).

Pria kelahiran 36 tahun lalu di Surabaya ini ditangkap lantaran menulis ujaran kebencian di media sosial yakni Facebook.

 
Dalam akun samarannya, ia menulis bila satu di antara paslon Capres dan Cawapres menang dalam Pemilu 2019, bakal dipastikan insiden kelam yang pernah terjadi pada 1998, terulang kembali.

Berdasarkan keterangan dalam KTP-nya, Arif tercatat sebagai warga yang berdomisili di Dusun Ngemplak Pagerwojo, Perak, Jombang.

Namun, saat ini Arif tinggal indekos di Jalan Buncitan, Sedati, Sidoarjo.

Ia tinggal di sana bersama istrinya bernama Puji Astutik (32) warga Mojosari, Kepanjen, Malang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan, proses penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan para warganet yang resah akan postingan akun tersebut.

"Pengaduan warganet dan masyarakat sudah masuk ke Bareskrim Mabes Polri dan Polda Jatim sejak seminggu lalu," katanya pada awakmedia, Minggu (7/4/2019).

Terduga akhirnya menjadi target operasi oleh Subdit V Siberia Diterskrimsus Polda Jatim lantaran dalam postingan yang dibuat pelaku berpotensi memicu ketidaknyamanan masyarakat.

"Mengungkit kembali peristiwa 1998 yang didalamnya tentang peristiwa kekerasan terhadap etnis tertentu," lanjutnya.

Halaman
123
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved