116 Terpidana di Lapas Blangkejeren tidak Mencoblos 17 April, Ini Penyebabnya

Bahkan KIP Galus melaporkan hanya menyediakan kertas surat suara untuk 1 TPS khusus yang disiapkan di Lapas itu sebanyak 90 lembar surat suara.

116 Terpidana di Lapas Blangkejeren tidak Mencoblos 17 April, Ini Penyebabnya
net
Ilustrasi Golput 

Laporan Rasidan I Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Seratusan lebih warga yang selama ini ditahan dan menjalani proses hukum di Lapas Blangkejeren kabupaten Gayo Lues (Galus) dipastikan kehilangan hak pilih pada Pemilu serentak Rabu 17 April 2019 mendatang.

Kepala Lapas Blangkejeren, Zulkifli, kepada Serambinews.com, Senin (15/4/2019) mengatakan, jumlah warga binaan saat ini mencapai 197 orang.

Namun sangat disayangkan tidak semua para warga binaan itu dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 tersebut, karena tidak tercatat dan terdaftar sebagai pemilih di KIP Galus.

Dikatakan, dari jumlah 197 warga binaan yang terdaftar di KIP Galus yang memilik hak pilih sebanyak 81 orang.

Sedangkan sisanya 116 orang sama sekali tidak terdaftar dan tidak bisa ikut memilih.

Baca: Edarkan Sabu di Gampong Jawa Belakang, Pria Ini Diringkus Polisi

Baca: Ketua Panwaslih Simeulue Segera Ajukan Pengunduran Diri

Baca: 402 Personil Polres Langsa Ikuti Apel Pergeseran Pasukan

Bahkan KIP Galus melaporkan hanya menyediakan kertas surat suara untuk 1 TPS khusus yang disiapkan di Lapas itu sebanyak 90 lembar surat suara.

"Sebelumnya pihak Lapas sudah sering melaporkan hal itu ke KIP Galus, tetapi terkesan tidak ada tanggapan terhadap warga binaan yang belum terdaftar sebagai pemilih tersebut, padahal warga binaan itu rata-rata memiliki indentitas berupa KTP," sebutnya.

Secara terpisah, Ketua KIP Galus Said Abdullah, kepada Serambinews.com mengakui, dari seratusan warga binaan di Lapas Blangkejeren tersebut yang terdaftar dan tercatat sebagai pemilih dan memiliki hak pilih sebanyak 81 orang.

Sedangkan sisanya seratusan lagi tidak bisa memilih dan terancam golput.

"Seratusan warga binaan di Lapas Blangkejeren itu tidak bisa ikut memilih karena tidak tercatat sebagai pemilih, sebab tidak memiliki indentitas yang jelas dan lengkap seperti KTP dan yang lainnya," sebutnya.(*)

Penulis: Rasidan
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved