Sambut 22 Nelayan yang Ditangkap Myanmar, Nova Iriansyah: Jangan Lagi Melaut Jauh-Jauh

Nova Iriansyah berpesan agar para nelayan Aceh jangan ada lagi yang ditangkap karena illegal fishing dan memasuki wilayah negara lain.

Sambut 22 Nelayan yang Ditangkap Myanmar, Nova Iriansyah: Jangan Lagi Melaut Jauh-Jauh
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat diwawancarai awak media usai meninjau pelaksanaan ujian CAT CPNS di gedung ITLC Banda Aceh, Jumat (16/11/2018). 

Laporan Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 22 nelayan Aceh yang ditangkap otoritas Myanmar PADA Februari lalu sudah dipulangkan ke Aceh melalui Bandara Sultan Iskandar Muda Blangbintang, Banda Aceh, Senin (15/4/2019) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Rombongan yang diantar oleh pihak Kementerian Luar Negeri RI itu disambut Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Sekda Aceh, Helvizar Ibrahim, dan sejumlah pejabat Pemerintah Aceh.

Saat menyambut para nelayan di ruang VIP Bandara SIM, Nova Iriansyah berpesan agar para nelayan Aceh jangan ada lagi yang ditangkap karena illegal fishing dan memasuki wilayah negara lain.

Sehingga ia meminta nelayan tidak lagi melaut jauh-jauh dan tetap memperhatikan navigasi, agar selalu berada dalam perairan Indonesia.

"Sekarang bapak-bapak silahkan pulang ke Aceh Timur dulu, berjumpa dengan keluarga. Tapi ke depan jangan lagi melaut jauh-jauh biar nggak ditangkap," ujar Nova.

Baca: 116 Terpidana di Lapas Blangkejeren tidak Mencoblos 17 April, Ini Penyebabnya

Baca: Sama-sama di Makkah Saat Masa Tenang, Ini Perbedaan Umrah Jokowi dan Sandiaga Uno di Tanah Suci

Baca: Tetangkap Mesum saat Temui Kekasihnya di Aceh, Gadis Asal Pekanbaru Ini Dicambuk 8 Kali

Menurutnya, para nelayan itu beruntung saat karena saat ini hubungan Indonesia dengan Myanmar Bagus, sehingga proses diplomasi untuk memulangkannya nelayan berjalan lancar.

Hanya saja, kapten kapal tersebut tidak dipulangkan, karena harus menjalani persidangan di Myanmar.

Ke depan, kata Nova, Pemerintah Aceh akan terus memperkuat ilmu navigasi bagi nelayan Aceh.

Karena jika tidak dibekali navigasi akan sangat berisiko, karena Aceh berbatasan dengan Malaysia, Thailand, Myanmar hingga India.

Para nelayan itu merupakan awak kapal KM Troya asal Idi, Aceh Timur yang ditangkap oleh tentara Myanmar di Kawthaung, Thanintharyi Region, Myanmar pada 6 Februari lalu.(*)

Baca: Sederet Fakta Kadishub dan Kadinsos Selingkuh, Temukan Video Syur Hingga Jadi Tersangka

Baca: Angin Kencang di Bener Meriah Terjang Dua Rumah dan Tumbangkan Pohon, Jalan belum Bisa Dilintasi 

Baca: Masih Ditahan di Lapas Gunung Sindur, Abu Bakar Baasyir Pilih Golput pada Pemilu 2019

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved