Kemenag Aceh Barat Gelar Diklat Perpustakaan untuk Guru, Jalin Kerja Sama dengan UIN

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Barat bekerja sama dengan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh..

Kemenag Aceh Barat Gelar Diklat Perpustakaan untuk Guru, Jalin Kerja Sama dengan UIN
For Serambinews.com
Kakankemenag Aceh Barat saling serah cendramata dengan┬áDekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Dr Fauzi Ismail MSi di Aula MAN 1 Aceh Barat, Senin (22/4/2019). 

Kemenag Aceh Barat Gelar Diklat Perpustakaan untuk Guru, Jalin Kerja Sama dengan UIN

 

Laporan Rizwan | Meulaboh

 

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Barat bekerja sama dengan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Senin (22/4/2019) melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) pengelolaan perpustakaan sekolah untuk guru Pendidikan Agama Islam. 

Baca: Wali Kota Aminullah Usman Harap Mahasiswa Malaysia Promosikan Banda Aceh di Negaranya

Baca: 1.253 Siswa SMP Sederajat di Aceh Jaya Ikut UNBK

Baca: Di Nagan Rayan Masih Ada Sekolah belum Miliki Akses Internet

Kegiatan berlangsung di Aula MAN 1 Aceh Barat hingga 25 April dibuka Kakankemenag setempat,  H Khairul Azhar SAg dihadiri Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Dr Fauzi Ismail MSi, Ketua Prodi S1 Ilmu  Perpustakaan, Nurhayati Ali Hasan MLis.

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam, Iswandi SPdI mengatakan, Diklat tersebut diikuti oleh 52 guru Pendidikan Agama Islam tingkat SD, SMP dan SMA/SMK di Aceh Barat.

"Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang cara pengelolaan perpustakaan kepada Guru Pendidikan Agama Islam yang mengambil jam tambahan sertifikasi sebagai kepala perpustakaan. Sertifikat pada Diklat ini sebagai pelengkap administrasi tunjangan sertifikasi guru," katanya. 

Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora, Nurhayati Ali Hasan menjelaskan, sesuai dengan undang-undang keperpustakaan nomor 43 tahun 2007, perpustakaan di sekolah harus dikekola dengan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. 

“Dengan demikian, jika pengelola perpustakaan tidak mempunyai kompetensi tersebut, maka hal itu menjadi tenggungjawab kita dalam melatih pengelola perpustakaan di sekolah yang ada. Seorang pengelola perpustakaan harus memiliki enam kompetensi, yaitu kompetensi pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi, kompetensi manajerial, komptensi pendidikan, kompetensi sosial, kompetensi pengembangan profesi dan kompetensi kepribadian," ungkapnya.

Kakankemenag, Kharul Azhar mengatakan kegiatan Diklat serupa untuk guru madrasah di Aceh Barat sudah pernah digelar sebelumnya untuk meningkatkan pengetahuan terhadap pengelolaan perpustakaan dengan baik.

"Dalam prakteknya, guru yang dipercayakan sebagai pengelola perpustakaan di sekolah masih banyak mengalami kendala dalam mengelola perpustakaan. Diklat diharapkan mampu mendorong untuk mengembangkan kemampuan seorang guru dalam mengelola serta mengembangkan teknologi di perpustakaan sekolah," ujarnya. 

Dikatakannya, Perpustakaan adalah jantungnya sekolah, maka jadikanlah membaca sebagai hobi, serta kembangkan perpustakaan tersebut dengan baik.(*)

Penulis: Rizwan
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved