Salam

Pastikan Penganan yang Dijual Halalan Thayyiban

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh Tengah menemukan bakso teridentifikasi mengandung boraks di seputaran Pasar Lampahan

Pastikan Penganan yang Dijual Halalan Thayyiban
Penjual memasak mie caluk untuk penganan berbuka puasa di kawasan Jalan Tgk Pulo Dibaro, Kampong Baro, Banda Aceh, Selasa (30/5). Mie caluk dikenal luas oleh masyarakat Aceh yang berasal dari Grong-grong, Kabupaten Pidie dan menjadi menu favorit dalam bulan Ramadhan. SERAMBI/HARI MAHARDHIKA 

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Aceh Tengah menemukan bakso teridentifikasi mengandung boraks di seputaran Pasar Lampahan, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, sebagaimana diberitakan Harian Serambi Indonesia edisi Minggu kemarin.

Hal itu diketahui dari pemeriksaan jajanan berbuka puasa yang dilaksanakan Kamis (9/5), dipimpin langsung oleh Kepala BPOM Aceh Tengah, Sri Widono MSi dengan menerjunkan sejumlah petugasnya.

Dalam razia jajanan berbuka puasa tersebut tim BPOM membawa mobil laboratorium keliling. Dengan demikian, uji sampel terhadap penganan dan minuman yang dijajakan para pedagang langsung bisa dilakukan di tempat dan hasilnya dapat segera diketahui.

Ya begitulah. Ada 33 sampel makanan dan minuman yang sempat diperiksa pada hari itu. Hasilnya, terungkap ada tiga sampel yang diduga kuat mengandung zat kimia berbahaya. Ketiga sampel itu adalah bakso yang diambil secara acak dari tiga tempat penjualan bakso di Lampahan.

Meski kuat dugaan ketiga sampel itu mengandung boraks, tapi BPOM Aceh Tengah tak mau gegabah memvonis. Badan yang berkedudukan di kabupaten ini masih merasa perlu melakukan konfirmasi berjenjang berupaya uji sampel di laboratorium yang lebih akurat dan canggih. Yakni, laboratorium pemeriksaan obat dan makanan yang terdapat di Balai Besar Pemeriksaan Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh.

Sampel sudah dikirim ke Banda Aceh, kita tunggu saja hasilnya dalam beberapa hari ini. Uji sampel di lab BPPOM Banda Aceh itu akan memastikan ada tidaknya kandungan boraks di bakso-bakso tersebut.

Di Banda Aceh sendiri, ketika Kepala BBPOM bersama stafnya turun melakukan inspeksi pasar didampingi Wakil Wali Kota Banda Aceh juga ditemukan ada mi dan kerupuk tempe yang berformalin. Demikian pula di Pasar Rukoh, Aceh Besar. Di Nagan Raya dan Aceh Barat Daya juga ditemukan ada sampel mi yang berformalin.

Realitas seperti yang terungkap di Bener Meriah, Banda Aceh, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya itu sebetulnya juga terjadi di sejumlah tempat lainnya di Aceh. Misalnya kasus mi berformalin yang dua tahun berturut-turut terungkap di Pasar Lambaro, Aceh Besar. Di Pidie pun praktik seperti ini pernah terungkap.

Nah, sambil menunggu hasil uji akhir tiga sampel bakso bermasalah di Bener Meriah yang akan diperiksa BBPOM Banda Aceh itu, media ini mengimbau para pedagang di Aceh agar tidak menggunakan zat-zat kimia berbahaya di dalam barang dagangannya karena dapat merugikan konsumen.

Tindakan tersebut bukan saja merugikan secara medis bagi orang yang mengonsumsinya, tapi juga merupakan perbuatan culas yang besar dosanya. Islam mengharamkan praktik bisnis dengan cara-cara gharar (menipu) seperti ini karena dapat memudaratkan diri konsumen dalam jangka pendek atau pun panjang.

Islam punya etika sendiri dalam urusan makan minum, yakni merupakan kewajiban umat Islam menyediakan makanan dan minuman yang suci bersih dari hal-hal yang dapat memudaratkan orang yang mengonsumsinya. Makanan yang diperjualbelikan tersebut haruslah yang halalan thayyiban, yakni makanan yang halal lagi baik.

Ada empat ayat tentang halalan thayyiban ini di dalam Alquran, yakni Surah Albaqarah ayat 168,Surah Almaidah ayat 88, Surah Al-Anfaal ayat 69, dan Surah Annahl ayat 114. Intinya adalah Allah memerintahkan sekalian manusia untuk memakan apa yang halal lagi baik, dan janganlah ikuti langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.

Nah, oleh karenanya pastikan bahwa penganan yang dijual haruslah memenuhi syarat halalan thayyiban, apalagi yang dijual itu adalah makanan untuk orang yang berpuasa. Ingatlah selalu bahwa sanksi dari BPPOM tidak seberapa dibanding siksa Tuhan terhadap pedagang yang culas.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved