Jumat, 19 Desember 2014

Serambi Indonesia

TOPIK CERPEN

  • cerrr.jpg
    Minggu, 14 Desember 2014 13:55
    MALAM itu, delapan tahun silam, kita pulang dari balai mengaji dengan ketakutan dan buru-buru. Kau mendekap
  • Minggu, 7 Desember 2014 13:35
    SEPERTI malam kemarin, hujan malam ini masih sama. Tak terlalu lebat
  • cerpen-301114.jpg
    Minggu, 30 November 2014 13:05
    ISMAIL duduk di atas dipan bambu di teras rumahnya yang menghadap persawahan yang hampir satu tahun hanya
  • cerpen-231114.jpg
    Minggu, 23 November 2014 13:03
    LELAKI itu memimpin di depan. Ia berjalan agak pincang karena kaki kirinya pernah patah
  • cerpen-161114.jpg
    Minggu, 16 November 2014 14:02
    MALAM bagai jala. Menyebar dan menghimpun kegelapan. Kecuali jangkrik tidak ada fauna lain yang bersuara
  • cerpen-091114-p.jpg
    Minggu, 9 November 2014 13:59
    SAAT Belanda membangun rel kereta api, sesungguhnya sudah amat mendidih hasrat orang-orang Gampong
  • Minggu, 2 November 2014 14:08
    DI USIAMU sekarang, pernahkah kau membayangkan sesosok lelaki tua yang berjalan tertatih menyusuri
  • Minggu, 26 Oktober 2014 13:28
    SETELAH gagal membujuk Sihaimi mengambil anak beurijuek balee, karena kawannya itu lebih memilih memulai
  • Minggu, 19 Oktober 2014 13:41
    PADA sore berkabut, dia menuruni Sungai Kuranji dengan terbungkuk
  • Minggu, 12 Oktober 2014 12:21
    SAYA sudah biasa bertemu bule. Terkadang mereka jalan-jalan sendirian, maksud saya benar-benar sendirian
  • Minggu, 28 September 2014 11:12
    SEMALAM, mertuaku dijerat polisi. Dia dituduh menyodomi anak di bawah umur. Tadi pagi, sebelum sarapan, ibu mertua
  • Minggu, 21 September 2014 12:29
    Aku pikir hujan masih akan turun. Tapi, sumpah serapah musafir tua yang mengaku utusan Tuhan itu jauh lebih benar
  • cerpen-140914.jpg
    Minggu, 14 September 2014 11:05
    LARAS hampir lupa kapan pertama kalinya kudis bersarang di tubuhnya
  • Minggu, 7 September 2014 11:09
    DUA TAHUN sudah aku merantau. Mencoba mencari pekerjaan yang tepat untuk melamar si Minah, tunanganku
  • ilustra.jpg
    Minggu, 31 Agustus 2014 11:06
    Adakah yang lebih menyakitkan selain kenangan? Tidak! Setidaknya Triani merasakan itu. Lebih-lebih saat matahari senja
  • jumaji.jpg
    Minggu, 24 Agustus 2014 10:59
    SEJAK kecil aku dipanggil Jumawi. Tidak ada istimewanya nama itu. Entah sejak kapan aku bisa bermain sulap
  • Minggu, 10 Agustus 2014 10:57
    Semua kisah ini dimulai dari sebuah patung di simpang tiga dekat pasar 7 Ulu. Apabila berjalan ke kanan kau akan menuju
  • Minggu, 3 Agustus 2014 11:10
    KISAH ini telah disampaikan berulang kali dan turun temurun oleh puak tukang hikayat di Teluk Baraday
  • bunga-bang.jpg
    Minggu, 27 Juli 2014 08:19
    BUNGA itu berwarna ungu serupa roti tawar matang yang baru keluar dari pemanggangan
  • cer-2.jpg
    Minggu, 20 Juli 2014 12:03
    Aku telah menerima suratmu. Kau menulis bahwa kau telah melakukan apa yang perlu dilakukan agar aku bisa tinggal
  • Minggu, 6 Juli 2014 11:52
    OH, kami minta maaf,” kata tentara itu. “Kalau dia memang teman karib Anda, kami minta maaf,” sambung dia sambil memeluk
  • Minggu, 29 Juni 2014 11:48
    Azan Magrib baru saja berkumandang. Langit yang tadinya merah jingga perlahan berwarna hitam pekat
  • Minggu, 22 Juni 2014 14:39
    LUKA Poma, pertunjukkan ke-20 Teater Rongsokan Banda Aceh, Minggu (8/6), berakhir klimaks
  • sawaka.jpg
    Minggu, 22 Juni 2014 14:37
    SEPANJANG senja, kebiasaan Sawaka adalah meratapi kematian suaminya. Ia betah berlama-lama menekur di bawah rerimbun dahan mangga
  • cerper.jpg
    Minggu, 15 Juni 2014 12:06
    DIA teringat, bahkan seperti baru tersadar dari tidur panjang, pesan neneknya: bila dia mendurhakai suaminya, kelak akan tumbuh
  • Minggu, 8 Juni 2014 11:50
    KAMAR ini lebih kecil daripada kamarku di rumah. Kata ibu, kamar ini hanya akan aku tempati sementara waktu
  • marya.jpg
    Minggu, 1 Juni 2014 11:59
    SALAM Marya. Kau yang sedang berada jauh, di Negeri Sakura, negeri empat musim, di mana semua orang hidup gembira
  • Minggu, 25 Mei 2014 12:29
    RUMAH PANGGUNG kami yang berjarak 500 meter dari sebuah benteng di tepi pantai bergetar
  • cerpen-siti-ambia.jpg
    Minggu, 18 Mei 2014 12:00
    Siang itu langit cerah. Cahaya terang benderang. Angin enggan bertiup, mengundang gerah yang memanggang
  • perd.jpg
    Minggu, 11 Mei 2014 08:22
    DI PERSIMPANGAN itu, agak menikung ke kanan, di dekat toko buah, gadis itu berdiri menenteng baki kue
1 2 3 Next 

© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved

About Us

Privacy Policy

Help

Terms of Use

Redaksi

Info iklan

Contact Us

Lowongan

Atas