TOPIK

Cerpen

  • Suara Siluman

    MALAM merangkak perlahan di antara terpaan cahaya rembulan yang dingin dibalut embun

  • Makam di Bawah Pohon Tua

    PADA siang hari saja, pohon itu nampak angker. Cahaya matahari yang menimpa pohon itu sering

  • Damaran

    Sungai Damaran baru saja tenang setelah marah meluap-luap. Dua hari lalu airnya naik hingga beberapa meter. Semenjak

  • Pembunuhan!

    PEMBUNUHAN! Pembunuhan! Seorang ibu berteriaksaat melewati jembatan Jambong dengan motor matiknya. Lampu depan motor langsung enerabas hutan

  • Abu Berpakaian Kantoran

    BUNYI suara bel sepeda membuatku langsung melihat ke belakang. Beberapa meter daritempatku

  • Pasukan Cap Sauh

    PERNAHKAH kau mendengar tentang Pasukan Cap Sauh? Tidak banyak lembaran sejarah

  • Air Terjun Perawan

    BEGITU melihat dua mata air yang dipacangkan bambu, ingatan Zidar kembali ke masa lima tahun yang lalu

  • Ramalan

    BUKU-BUKU tersusun rapi dirak. Di samping lemari baju, terdapat sebuah cermin yang

  • Lelaki Tua yang Menyimpan Luka di Tangan

    Jika hari menjelang petang, anak-anak kampung Cot Jeumpa yang berusia belasan tahun

  • Rumah Tuhan

    MESTINYA kukabarkan kepada kalian lebih panjang perihal petaka ini

  • Perhitungan dengan Ampon Lah

    TERKUTUKLAH Ampon Lah! Seorang uleebalang yang telah meminang pujaanku, bungong jeumpa yang kelak akan menghias taman hatiku

  • Hantu Agam

    SUDAH dua minggu lebih aku tak melihat sosok Agam. Terakhir ia berpamitan padaku untuk pulang

  • Cinta dalam Kardus

    TANGAN mungil Nida begitu cekatan mengeluarkan barang-barang dari dalam kardus

  • Bila Bulan Bundar Benar

    NYAKNI hanya mematung. Menopang tubuhnya dengan menggenggam erat langkan berkisi padamulut

  • Sebuah Danau di Tengah Hutan, Suatu Ketika

    ILALANG meliuk-liuk mengikuti arah angin yang meniupnya

  • Kutu .

    RUMAHKU dengan pasar hanya berjarak tiga ratus meter. Berada di sebelah timur,

  • Birong

    DI SALAH satu stadiun sepakbola di Kota Sigli, pada suatu sore yang mendung, Birong, seorang polisi

  • Wanita dalam Sebuah Foto

    AGUSTIAN merasa begitu lelah setelah seharian memindahkan barang – barangnya dari tempat tinggal yang lama

  • Maop .

    MAOP menatap seorang wanita dari balik bayang rumah tua. Wanita itu terlihat waspada seperti sadar sedang diperhatikan

  • Pohon Hasan

    SEKIRANYA itu tidak perlu, saya tidak akan mengenangnya,” tulisHayyan dalam sebuah catatan kecil

  • Sang Penjilat

    MALAM menggairahkan itu datang kembali. Tepat pukul 24.00 WIB, wajah Durjantiba-tiba kembali berubah

  • Celaka

    SUNGGUH, tidak ada yang lebih kha daripada Mustafa Musa. Bahkan jika ia berjalan di pasar, seakan bukan

  • Penambang Pasir

    ANGIN bertiup kencang sepanjang pagi awal Februari 1999. Pertanda kemarau panjang akan dimulai dalam beberapa hari. Di langit

  • Sepasang Kaki

    SEJAUH pandangan JalanDelhi lurus ke depan. Mobil, angkutan kota, motor, tak berhenti lalulalang

  • Anik. .

    BULAN sabit yang menggantung di langit malam pada penghujung bulan Desember kali ini, turut menyumbang

  • Hari hari Aina

    Saban hari, waktu seakan kian mencekik Aina. Ia kerap kehilangan lolongan anjing di kala malam atau kehilangan lembab udara di waktu pagi

  • Bhoneka dan Garuda

    MURAL yang dilukis oleh Idrus bin Harun merupai sisa bangkai ayam yang telah dimakan anjing. Seekor anjing yang memakan ayam

  • Jubah

    SEORANG tukang obat keliling telah menyaru sebagai perwira polisi sebanyak tiga kali, enam kali sebagai kadi

  • Lapar

    AIR bah kuning kental itu berasal dari puncak Gunung Damaran

  • Hembusan Duri

    TAK sia-sia, aku berada di posisi yang sudah lama aku incar. Tak ada yang tahu rencanaku, kecuali Tuhan. Orang tua?

1 2 3 4 Next  Last ›
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help