Breaking News

Mengenang Tsunami

Sepenggal Kisah di Taman Surga

Tsunami menghapus itu semua dan membuatnya menjadi kenangan..

Sepenggal Kisah di Taman Surga - khairul_rizal.jpg
Khairul Rijal
Sepenggal Kisah di Taman Surga - Sisa_TPQ_Raudhatul_Amal_Cadek_Permai.jpg
Sisa TPQ Raudhatul 'Amal Cadek Permai

Langsa, Ahad, 26 Desember 2004


04.50 Pagi,

AKU bangun dari tidur di atas meja kantor setelah setengah jam yang lalu baru saja kerja lembur menyusun APBD Tahun Anggaran 2005, beberapa hari kami diperintahkan untuk kerja siang malam karena deadline yang harus dipenuhi. Setelah cuci muka, aku minta izin atasan dan pulang ke rumah

05.15
Sesampai di rumah shalat shubuh dan tidur lagi....

07.55
Aku terbangun karena merasakan gempa yang luar biasa dahsyat, kusuruh adikku untuk keluar rumah, gempa berlangsung sangat lama...mungkin 4-5 menit atau lebih... pohon mangga didepan rumah bergoyang seperti ditiup angin topan... beberapa barang dirumah jatuh dan terdengar suara pecahan kaca/gelas...

09.40
Bapak dan Mamak yang sedang naik haji di Mekkah menelepon menanyakan keadaan, Alhamdulillah tidak apa-apa, tetapi 2 orang adik di Banda Aceh tidak dapat dihubungi..


Peristiwa Gempabumi 9,1 Richter dan Gelombang Tsunami setinggi 10 meter/lebih dengan jarak tempuh 5 Km/lebih mengguncang dunia. Aceh yang bersimbah darah dan berstatus daerah operasi militer yang puluhan tahun rakyatnya dicekam ketakutan karena pembunuhan akibat konflik bersenjata, mengalami musibah besar. Dunia datang membantu Aceh dan Perdamaian juga tiba, yang sepertinya hanya singgah sebentar ...


Di sebuah tempat bernama Cadek Permai, ada sebuah Taman Pengajian Al-Qur'an (TPQ) yang baru berdiri bernama Raudhatul 'Amal. Aku dipercayakan menjadi Direktur/Ketua disitu, selama hampir 3 tahun (2001-2003) aku dan tim pengajar mengabdikan diri mendidik anak-anak komplek ini untuk belajar Al Qur'an. Walaupun kami tidak memiliki sertifikasi tapi peran ini harus kami ambil sebagai ibadah dan tanggungjawab bagi ummat.

Usia anak-anak yang mengaji dari 3 tahun s/d 14 tahun, konsep pengajaran kami bagi grup menurut kemampuan Iqra' masing-masing anak, mulai Iqra' 1 s/d 6, tidak menurut usia anak, sehingga dalam setiap grup bisa jadi ada perbedaan usia karena ada anak yang masih kecil tapi sudah lancar ngaji ataupun ada anak yang sudah besar tapi tidak lancar. Jumlah santri saat itu mencapai 50 orang lebih dan tenaga pengajar sekitar 8 orang dengan beberapa orang sebagai ustad tamu. Kami sangat kewalahan, menghadapi anak kecil tidak mudah, ada yang nakal, bandel, cengeng, tapi ada juga yang manis, patuh dan selalu tersenyum. Sehingga perasaan kami sebagai pengajar juga demikian, kadang marah, kesal, sebal namun juga senang dan tertawa melihat tingkah polah mereka.

Tsunami menghapus itu semua dan membuatnya menjadi kenangan...

Lebih dari setengah jumlah santri yang ada meninggal dunia, ada yang ditemukan jenazahnya dan ada yang tidak. Kenangan dari mereka sangat berkesan hingga saat ini, berikut sepenggal kisah:


1. Rizky Marliandi (Laki-laki, 12 tahun)

Anak yang luar biasa, sopan, ganteng, baik, dewasa, ramah, punya segudang bakat, kemampuan tilawahnya melebihi diriku, hafalan surat pendek paling banyak, bisa buat dan baca puisi, jago matematika, bisa mengelola pustaka TPQ secara mandiri, calon pemimpin masa depan. Santri yang kubanggakan sekaligus kukagumi.

2. Nouval (Laki-laki, 8 tahun)

Dia satu-satunya santri di bawah 10 tahun yang bisa ngaji Qur'an besar sehingga dimasukkan dalam grup Al-Qur'an bukan Iqra'. Kecil, kurus, pintar, bijak, sangat polos dan percaya diri. Bahkan dia masuk ketegori santri terbaik di grup ini. Satu ungkapannya sangat berkesan, adalah saat aku bertanya, " Nouval, nanti kalo gede mau jadi apa"? Dia menjawab, "Mau jadi seperti Ustadz" dengan polosnya. Satu menit, aku terpaku dan air dalam kantong mataku mendesak mau keluar. Hatiku berkata, "Siapakah aku ini?, manusia yang penuh dosa, tapi Allah menggerakkan hati anak kecil ini agar dia mau menjadi diriku saat dia besar nanti." Nouval, kamu selalu dalam kenanganku...

3. Haura (Perempuan, 4 tahun)

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved