KAI
Kehormatan Masjid Wajib Dijaga
Saya seorang pemuda, rumah saya tidak begitu jauh dari masjid. Saya ingin menjadi orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid
PERTANYAAN
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya seorang pemuda, rumah saya tidak begitu jauh dari masjid. Saya ingin menjadi orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid dan ingin mengetahui tatacara menghormati dan memuliakan mesjid.
Bantuan ustadz sangat saya harapkan untuk menjelaskan dan membimng saya yang masih sedikit ilmu ini.
Untuk itu semua saya ucapkan terima kasih.
Wassalam,
Muhamad Sani
Aceh Tamiang
JAWABAN
Saudara Muhammad Sani, yth.
Wa’alaikumus Salam, Wr. Wb.
Pertama-tama pengasuh menyampaikan terima kasih dan kekaguman pengasuh atas cita dan harapan saudara menjadi pemuda yang hatinya selalu terpaut dengan mesjid.
Masjid adalah rumah Allah nan indah, tempat ibadah nan mulia, tempat hamba mengingat Allah, bersyukur dan memuji-Nya. Masjid merupakan tempat kebahagiaan dan kegembiraan, lingkungan yang penuh ridha dan qabul, tempat turunnya rahmat dari Allah yang Maha Aziz dan Ghafur.
Masjid adalah tempat santapan rohani orang-orang mukmin, bahtera keselamatan yang membawa berlayar orang-orang yang takut terhadap Allah swt, tempat perlindungan orang-orang yang menggantungkan harapan keselamatan dunia dan akhirat.
Sesungguhnya ikatan seorang muslim dengan masjid adalah sebuah ikatan yang kokoh dan kuat. Sehingga Nabi saw memasukkan orang yang hatinya terpaut dengan masjid sebagai salah satu golongan dari tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari Akhirat.
Beliau bersabda: “Tujuh golongan yang akan mendapat kan naungan dari Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. (Disebutkan di antaranya) dan seseorang yang hatinya senantiasa terpaut dengan masjid.” (Muttafaq ‘alaih).
Alangkah indah untaian sabda Nabi ini, dan alangkah bagus makna yang terkandung didalamnya, yaitu seseorang yang senantiasa meletakkan hatinya di dalam masjid walaupun badannya berada di luar masjid. Inilah puncak segala kecintaan, ketergantungan dan keterpautan hati.
Di dalam pandangan Islam, masjid memiliki tempat yang istimewa, serta dikhususkan dengan berbagai macam keutamaan, adab dan pengkhidmata. Maka selayaknya bagi setiap muslim untuk iltizam (komitmen), senantiasa menjaga adab dan hukum-hukum itu. Hendaknya dia mengagungkan masjid dan mengetahui berbagai keutamaannya, karena mengagungkan masjid berarti juga mengagungkan Allah swt.
Allah swt berfirman: “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. 72:18).
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut pada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang.” (QS. 24:36-37) Rasulullah saw juga bersabda: “Tempat yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasar.” (HR. Muslim). Beliau menambahkan: “Masjid adalah rumah setiap orang yang beriman.” (HR. Abu Nu’aim).
Dalam sabda yang lain: “Tidaklah seseorang berdiam diri di dalam masjid untuk shalat dan dzikir kecuali Allah akan menyambutnya dengan senang, sebagaimana orang-orang yang kehilangan menyambut saudaranya yang hilang apabila dia kembali kepada mereka.” (HR Ibnu Majah)
Ajaran Islam yang penuh hikmah telah menganjurkan untuk membangun masjid serta menegakkan dzikrullah Azza wa Jalla. Dan hendaklah motivasi untuk pembangunan masjid itu adalah untuk mengharapkan ridha Allah swt, bukan karena riya’, sum’ah atau untuk mencari popularitas di mata manusia.
Diriwayatkan dari Utsman bin Affan ra, Nabi saw bersabda: “Barang siapa yang membangun masjid untuk Allah karena semata-mata mengharap ridha Allah maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (Muttafaq ‘alaih)