KAI
Kehormatan Masjid Wajib Dijaga
Saya seorang pemuda, rumah saya tidak begitu jauh dari masjid. Saya ingin menjadi orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid
Membangun masjid merupakan shadaqah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir) yang kelak akan dijumpai oleh seorang mukmin walaupun setelah ia meninggal). Dari itu, kita berkewajiban menjaga dan meraqwat mesjid, antara lain dengan:
1. Membersihkan dan Memberi Wewangian
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra bahwa ada seorang wanita yang biasa menyapu dan membersihkan masjid. Suatu hari Rasulullah saw merasa kehilangan wanita tersebut, maka beliau bertanya tentang keberadaannya setelah lewat beberapa hari. Kemudian dikatakan kepada beliau bahwa dia telah meninggal dunia. Maka Rasulullah saw mendatangi kuburannya lalu berdo’a untuknya.
Diriwayatkan pula dari Samurah bin Jundab ra: “Rasulullah saw memerintahkan kami agar memperlakukan masjid sebagaimana (perlakuan) terhadap rumah kami, dan kami diperintahkan untuk selalu membersihkannya.” (HR Ahmad dan at-Tirmidzi)
Disebutkan di dalam kitab al-Adab asy-Syar’iyyah karya Ibnu Muflih, “Diharuskan kita menjaga masjid dari segala kotoran, sampah, bulu-bulu dan rambut, ingus dan ludah. Jika ludah atau ingus terlanjur keluar, maka hendaknya dibersih dan disucikan dengan sempurna. Disunnahkan juga agar tidak membuang sampah atau kotoran di dalam masjid, seperti memotong kuku, mencukur kumis dan mencabut bulu ketiak.” (Al-Adab asy-Syar’iyyah 3/373)
Aisyah ra berkata bahwa: “Rasulullah saw pernah melihat ingus atau ludah menempel di dinding masjid, maka beliau membersihkannya.” (Muttafaq ‘Alaih).
Demikianlah beberapa hal menyangkut dengan kehormatan mesjid, yang selanjutnya dapat anda temukan dalam banyak buku atau kitab, antara lain adalah Buku “Masjid, Rumah Orang Bertaqwa” dan lain lain.
Demikian, Wallahu A’lamu Bishshawab.