KAI
Keluarga Bahagia Menurut Syariat
Sudah sama kita maklumi, keluarga atau rumah tangga adalah batu-bata bangunan masyarakat
Keempat, Kasih sayang terhadap saudara dan tetangga. Islam senantiasa menganjurkan supaya umatnya menjalin hubungan kasih sayang, silaturahmi dan saling memberi satu sama lainnya, termasuk dengan tetangga, sesuai dengan hadis Nabi Muhammad saw: “Tidak sempurna iman seseorang sehingga dia mencintai saudara serta tetangganya sama seperti dia mencintai dirinya sendiri.”
Kasih sayang yang dianjurkan Islam juga terbukti dengan amalan yang mewajibkan kita menunaikan zakat, infaq dan shadaqah, sehingga mereka yang berkecukupan akan dapat membantu golongan orang miskin dan dhaif, sesuai dengan hadis Nabi Muhammad saw: “Tidaklah sempurna iman seseorang Muslim jika ia bahagia dan merasa kenyang tetapi di sebelah rumahnya ada tetangganya yang sedih dan lapar.”
Dan dalam sebuah hadis yang lain Nabi Muhammad saw bersabda: “Amat besar pahala yang akan diberikan kepada seorang Muslim yang apabila aroma masakannya tercium oleh tetangga sebelahnya lalu dia bergegas untuk menyedekahkannya semangkuk.”
Kelima, Kasih sayang terhadap masyarakat dan manusia. Untuk menjamin kerukunan hidup bermasyarakat, Islam juga mencegah kita berbuat kerusakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum. Oleh karena itu Islam melarang kita mengumpat, berkata-kata bohong, fitnah, hasad dan dengki sesama manusia, menjatuhkan martabat orang lain, mencuri, merampok, menganiaya sesama manusia serta membunuh.
Demikian, semoga rumah tangga saudara, dan rumah tangga semua kaum muslimin dan muslimat selalu berada dalam bahagia, sentosa, sa’adah dan rafahiyah dibawah naungan keridhaan Allah swt. Amiin, ya Rabbal ‘Alamiin. Wallahu A’lamu Bish-Shawaab.