Menunggu Cut Bang
Aku terbangun dari bunga tidurku ketika mencium harum masakan dari ruang dapur
Tayang:
Editor:
bakri
Pupus sudah, aku mengelus perutku, mengabarkan pada bayiku bahwa ayahnya baik-baik saja. Tiba-tiba setetes air hangat terbit dari kelopak mataku. Aku menangis. Pasir putih saksi air mataku yang perih. Namun aku tahu, Allah akan mengembalikan suamiku, Cut Bang, sebab dia telah berjanji akan pulang menemuiku. Dia telah berjanji untuk selalu di sampingku.
* Ramajani Sinaga, mahasiswa PBSI FKIP Unsyiah angkatan 2011. Cerpennya telah dibukukan dalam buku antologi, “Siapakah Aku Ini?”