Pilkada Bireuen

Pengemis Usik Penarikan Nomor Urut

Aisyah (30), janda satu anak yang mengaku berasal dari Desa Kebun Nilam, Kecamatan Tangse, Pidie, Rabu (9/5) masuk

BIREUEN – Aisyah (30), janda satu anak yang mengaku berasal dari Desa Kebun Nilam, Kecamatan Tangse, Pidie, Rabu (9/5) masuk ke aula gedung DPRK Bireuen yang saat itu sedang berlangsungnya penarikan nomor urut calon bupati/wakil bupati Bireuen. Kehadiran Aisyah yang sehari-hari mencari nafkah dengan mengemis membuat suasana acara itu heboh.

Pasalnya, selain masuk secara tiba-tiba, Aisyah bersama anaknya Fasya saat berada di ruangan itu tanpa dikomandoi dan dengan suara lantang langsung meminta maaf kepada hadirin yang ada dalam aula tersebut karena ia ingin meminta sedekah.

“Lon lakee meuah bak mandum bapak-bapak dan teungku-teungku, lon korban banjir Tangse, butoh bantuan urueng droenuh mandum neubri sedekah bacut keu lon. Rumoh lon hana lee ka diba lee banjer dan lakoe lon ka meuninggal wate musibah banjer bandang di Tangse (saya minta maaf kepada bapak-bapak dan teungku-teungku, saya korban banjir Tangse, butuh bantuan hadirin semua berikan saya sedekah sedikit. Rumah saya tidak ada lagi sudah dibawa banjir dan suami saya juga sudah meninggal saat banjir bandang Tangse-red),” ujarnya dengan suara lantang.

Mendengar keluhan itu, beberapa undangan terlihat memberikan sedekah kepada wanita paruh paya itu. Selanjutnya, ia diamankan ke luar ruangan oleh aparat keamanan. Setelah acara penarikan itu selesai, Aisyah pun meninggalkan gedung DPRK Bireuen.(c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved