Kamis, 14 Mei 2026

Salam

Air Hujan Merah Fenomena Apa Itu?

Harian ini kemarin mengatakan, hingga Minggu siang, 10 Juni 2012, belum ada penelitian untuk memberikan jawaban secara ilmiah mengenai fenomena

Tayang:
Editor: bakri
Harian ini kemarin mengatakan, hingga Minggu siang, 10 Juni 2012, belum ada penelitian untuk memberikan jawaban secara ilmiah mengenai fenomena air hujan berwarna merah yang tertampung di dua rumah warga Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan. Namun, beberapa pihak berharap pemerintah secepatnya mengutus orang-orang yang punya kompetensi untuk meneliti fenomena itu sehingga masyarakat tidak menyimpulkan dengan jalan pikirannya masing-masing.

Faktanya, sekitar dua pekan terakhir, wilayah Aceh Selatan termasuk Kecamatan Sawang sedang musim hujan disertai angin yang terkadang bertiup kencang. Ada kebiasaan masyarakat--tak terkecuali masyarakat Desa Sawang--menampung air hujan untuk berbagai kebutuhan, seperti berwudhuk.

Ketika hujan mengguyur pada Sabtu malam itu, warga menempatkan ember dan wadah lainnya di cucuran atap untuk menampung air hujan. Pagi harinya mereka kaget mendapati air tampungan berwarna merah darah. Ada yang sempat curiga jangan-jangan kejadian itu hanya di rumah mereka karena zat-zat tertentu yang bercampur dengan air tampungan. Karenanya mereka mencari tahu ke rumah lainnya yang juga menampung air hujan. Ternyata fenomena serupa juga terlihat pada air tampungan di rumah-rumah lainnya. Maka, hebohlah tentang hujan merah itu.

Yang kita takutkan, masyarakat biasanya ada saja yang mengait-kaitkannya dengan hal yang bersifat magis. Seterusnya air itu mulai dikeramatkan sebagai pengobat banyak penyakit. Inilah yang harus segera dicegah pemerintah setempat. Caranya, tentu saja dengan melalukan penelitian secara ilmiah dan hasilnya segera diumumkan kepada masyarakat.

Paling penting dijelaskan adalah kenapa air hujan merah itu terjadi. Kemudian, apakah air yang berwarna merah itu berbahaya atau tidak bila dikonsumsi masyarakat. Jika tidak berbahaya, apa manfaat air hujan merah itu bagi masyarakat atau lingkungan sekitar.

Terkait dengan itu, belakangan ini, cuaca di Aceh memang kurang bersahabat. Badai yang berhembus kencang, merusak, bahkan merenggut nyawa, sudah terjadi hampir sebulan. Hingga kemarin belum ada tanda-tanda akan berhenti. Hujan lebat bersama badai yang tak berhenti-henti begitu lama, juga termasuk fenomena alam yang aneh bagi kita di Aceh.

Akan tetapi, kalangan ilmuan mengingatkan kita bahwa fenomena alam tidaklah selalu berkaitan dengan bencana alam. Fenomena alam lebih mengarah kepada keanehan atau ketidakumuman peristiwa alamiah yang terjadi di sekitar kita. Ya, seperti “hujan merah” di Sawang.

Fenomena alam menjadi hal yang mengkhawatirkan ketika mulai mengancam jiwa manusia. Fenomena alam menakutkan yang akhir-akhir ini terjadi adalah badai, gempa, dan petir yang kian sering merenggut nyawa. Itulah yang harus kita waspadai.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved