Breaking News:

Pilkada Aceh Tenggara

Kubu Obama Persoalkan Pencalonan Armen

Kubu pasangan cabup/cawabup Aceh Tenggara nomor urut satu, Raidin Pinim (Obama) dan H. Muslim Ayub, mempersoalkan tindakan

Editor: bakri
* Sidang Pilkada Aceh Tenggara di MK

JAKARTA - Kubu pasangan cabup/cawabup Aceh Tenggara nomor urut  satu, Raidin Pinim (Obama) dan H. Muslim Ayub, mempersoalkan tindakan KIP Aceh Tenggara meloloskan mantan narapidana, Armen Desky, sebagai calon bupati dalam pilkada di kabupaten tersebut. Mereka menyebut, tindakan ini sebagai salah satu contoh terjadi pelanggaran bersifat terstruktur, sistemis, dan masif yang dilakukan KIP Agara selaku pihak penyelenggara pilkada di Aceh Tenggara.

Rangkaian pelanggaran tersebut disampaikan Adi Mansar, SH dan Guntur Rambey, tim kuasa hukum pasangan Drs Raidin Pinim MAP/Muslim Ayub SH MM, dalam sidang perdana PHPU Pilkada Aceh Tenggara, di Mahkamah Konstitusi atau MK, Selasa (31/7). Termohon adalah KIP Aceh Tenggara dan pihak terkait pasangan Hasanuddin B/Ali Basrah.

Sidang yang dimulai pukul 09.30 WIB di lantai 4, Gedung MK itu diketuai oleh Ketua Panel M. Akil Mochar yang didampingi dua anggota panel, yaitu Muhammad Alil dan Hamdan Zoelva.

Situs mahkamahkonstitusi.go.id memberitakan, Adi Mansar SH menyebut, pihak KIP Aceh Tenggara telah mengakui ada kesalahan yang dilakukan dalam penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara berdasarkan surat Termohon No. 270/233/V/2012 tertanggal 15 Mei 2012 yang ditujukan kepada ketua DPRK Aceh Tenggara di Kutacane.

“Berdasarkan ketentuan yang tertuang dalam Pasal 58 huruf f UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda) dinyatakan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah adalah WNI yang memenuhi syarat tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tidak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih,” urai Adi mengenai dasar hukum yang dilanggar KIP Aceh Tenggara.

Menurut Pemohon, dengan diloloskannya Armen telah membuat tahapan Pemilukada Aceh Tenggara cacat hukum karena telah terjadi pelanggaran administrasi oleh KIP Aceh Tenggara. Selain itu, diloloskannya Armen juga telah merugikan pasangan calon lain yang telah memenuhi persyaratan administratif.

Pemohon juga mengkritisi persyaratan calon nomor urut 2, Hasanuddin Beruh-Ali Basrah yang menurut mereka tidak memenuhi syarat. Pendaftaran Ali Basrah, kata Adi Mansar, tidak sesuai dengan tahapan pencalonan yang berakhir pada tanggal 7 April 2012. Menurutnya, Ali Basrah baru berhenti sebagai pejabat struktural sebagai SKPD A di Dinas Kependidikan dan Olahraga sejak tanggal 15 Mei 2012.

Sidang perdana gugatan Pilkada Aceh Tenggara ini dihadiri seluruh komisioner KIP Aceh Tenggara dan tiga komisioner KIP Provinsi Aceh. Sidang dilanjutkan Rabu (1/8), untuk mendengarkan keterangan saksi pemohon dan jawaban termohon dan pihak terkait.(fik/nal)

Sudah Siapkan Bantahan
KUASA hukum KIP Aceh Tenggara Imran Mahfudi, membantah tuduhan yang dilontarkan kubu Obama. “Tidak benar tudingan itu, dan kami sudah menyiapkan bantahan,” kata Imran seusai sidang.

Untuk membuktikan dalil gugatannya, pemohon Raidin Pinim/Muslim Ayub telah menyaipkan segepok bukti dan lebuih dari 30 saksi yang akan memberi keterangan dalam persidangan. Sebaliknya KIP Aceh Tenggara juga telah menyiapkan bukti-bukti dan saksi bantahan.(fik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved