Breaking News:

Dua Pelacur ABG Dibeureukah WH

Dua wanita yang masih di bawah umur ditangkap di Lapangan Merdeka Langsa, ketika menunggu lelaki hidung belang, Senin (3/9) menjelang

Dua Pelacur ABG Dibeureukah WH
PROHABA/ZUBIR
Dua remaja putri di bawah umur, yang ditangkap WH di Lapangan Merdeka Langsa, Senin (3/9) pukul 03.30 WIB pagi. Mereka diduga dimanfaatkan oleh germo (tante girang) untuk menjadi PSK.
LANGSA – Dua wanita yang masih di bawah umur ditangkap di Lapangan Merdeka Langsa, ketika menunggu lelaki hidung belang, Senin (3/9) menjelang Subuh. Diduga, mereka sengaja diperdagangkan sebagai pelacur. 

Kedua pelacur dimaksud dibeureukah saat razia Syariat Islam lanjutan yang digencarkan Dinas Syariat Islam bersama Wilayatul Hisbah (WH) Langsa, sekira pukul 03.00 WIB. Kedua remaja putri yang berumur 16 tahun itu masing-masing berinisial PE, warga Aceh Timur, dan IT, warga Kota Langsa.

Keduanya ditangkap personel WH ketika berada di antara kumpulan anak muda di sekitar Lapangan Merdeka Langsa. Bahkan, kepada penyidik, mereka secara gamblang menyatakan, selama ini kerap beraktivits melayani lelaki hidung belang.

Namun dalam menjalankan perannya, kedua remanja bau kencur itu mengaku diarahkan oleh tante girang (germo-red), yang namanya telah dikantongi oleh pihak Dinas Syarkiat Islam.

Sebelumnya, phak Dinas Syariat Islam tengah mendapat informasi mengenai praktik pelacur di bawah umur ini. Namun, pihak dinas dan penyidik WH sulit membongkar jaringannya karena para germo menjalankan aktivitas tersebut secara terselubung.

“Sangat kami sayangkan, germo ini memanfaatkan anak perempuan masih di bawah umur dengan menjualnya kepada lelaki hidung belang demi meperoleh uang,” kata Kadis Syariat Islam (SI) Langsa, Ibrahim Latif, kepada Prohaba, Senin (3/9) pagi.

Ibrahim menambahkan, ketika anggota WH menggrebek malam itu, sejumlah pelajar yang berada di kawasan itu lari kocar-kacir menyelamatkan dari dari penangkapan. WH hanya menangkap dua lelaki, masing-masing berinisial AZ (16) dan IZ (20), warga Aceh Timur. Mereka mengaku, malam itu hendak pulang ke rumahnya di kawasan Aceh Timur, selepas berkunjung ke rumah saudaranya di Langsa.

Akan tetapi, karena malam telah larut, pemuda tanggung dan seorang pelajar SMA ini membatalkan niatnya pulang ke rumah. Akhirnya, mereka ikutan bergabung menghabiskan malam di Lapangan Merdeka Langsa dengan temannya.

Naas bagi mereka, ketika WH merazia, keduanya ditangkap dan diamankan ke Kantor Syariat Islam Langsa. Kepada penyidik, mereka mengaku tak mengenal dua wanita yang ikut ditangkap bersama mereka tersebut. Kata AZ dan IZ, kedua wanita itu baru datang sekitar beberapa puluh menit ke Lapangan Merdeka Langsa. Kemudian ikut bergabung dengan mereka di sana.

“Awalnya, dari mana mereka datang, dua lelaki ini tak mengetahuinya. Dari keterangan dua lelaki dan dua wanita ini, memang benar mereka saling tak mengenal,” ujar Ibrahim.

Setelah dipanggil orang tuanya dan menandatangani surat perjanjian tak akan mengulangi perbuatannya, dua remaja putri serta dua lelaki ini diserahkan kembali kepada orang tua mereka masing-masing. “Kami mengingatkan terutama kepada orang tua yang memiliki anak perempuan, untuk benar-benar mengawasinya agar tidak terjerumus ke perbuatan menyesatkan,” imbau Ibrahim.(c42) 
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved