Opini
Meluruskan Makna Metodologi Dakwah
POKOK pikiran Nab Bahany As (NB) yang dituangkan dalam harian ini pada 3 Oktober 2012 yang menggugat Metodologi Dakwah, kiranya ada beberapa
Tak saling menyalahkan
Perlu NB ketahui dalam psikologi agama dijelaskan, orang yang keluar dari agama mainstream disebabkan oleh banyak hal, di antaranya: Pertama, agama mainstream lebih menekankan doktrinitas kurang mempertimbangkan aspek rasionalitas; Kedua, pemuka agama yang dijumpai tidak lagi dianggap sebagai figur yang dapat dipercayai karena telah terkontaminasi dengan kepentingan pragmatis, dan; Ketiga, ajaran-ajaran agama dirasa tidak mampu menjawab berbagai persoalan sosial, politik dan ekonomi yang berkembang sehingga umat menjadi apatis dan mencari ajaran baru yang dianggapnya lebih realistis.
Karenanya, jika NB melihat WH dan umat Islam di Aceh gagal mengantisipasi masuknya aliran “sesat” maka kegagalan itu sebenarnya kegagalan seluruh umat yang ada di Aceh bukan kegagalan Fakultas Dakwah semata.
Seyogyanya, bila kita mencintai syariat Islam tegak di Aceh, maka sudah saatnya kita tidak saling menyalahkan; Mari kita saling isi mengisi! Sebab tidak ada satu bangsa pun menjadi maju karena keasyikan masyarakatnya yang saling menyalahkan.
* T. Lembong Misbah, MA, Dosen Fakultas Dakwah dan Mahasiswa Program Doktor Bidang Studi Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Email: lembah_info@yahoo.ca