Gempa Aceh
Bumi Berguncang, Krueng Inong Mendadak Kering
GEMPA 5,6 SR yang mengguncang Tangse dan sekitarnya, Selasa siang kemarin memunculkan fenomena langka
GEMPA 5,6 SR yang mengguncang Tangse dan sekitarnya, Selasa siang kemarin memunculkan fenomena langka di kawasan tersebut. Aliran Krueng (Sungai) Inong yang melewati Desa Neubok Badeuk--salah satu desa paling parah kerusakan akibat gempa--mendadak kering. Fenomena ini membuat suasana masyarakat semakin panik.
Menurut kesaksian korban gempa di Gampong Neubok Badeuk, saat bumi berguncang disusul runtuhnya bangunan, tiba-tiba air Krueng Inong yang biasanya mengalir deras mendadak kering. Mereka berlari menjauh dari pinggiran sungai karena khawatir akan terjadi luapan pasca-mengeringnya air sungai tersebut. Cerita air laut surut menjelang tsunami mendasari ketakutan mereka.
Masyarakat Neubok Badeuk mencari tempat aman ke lokasi-lokasi yang lebih tinggi, termasuk ke masjid atau langsung ke Keude Tangse yang berjarak sekitar 5 km dari desa mereka. “Krueng Inong mengering selama lebih kurang lima menit,” kata Samsul Bahri (37) dibenarkan Rusdi (36) yang menyaksikan fenomena aneh itu.
Berdasarkan penelusuran warga, penyebab mengeringnya air Krueng Inong karena terbentuknya ‘bendungan’ akibat longsoran tebing sungai di bagian hulu. Longsoran itu terjadi karena guncangan gempa. Akan tetapi karena besarnya desakan air, bendungan jebol dan aliran air kembali normal. Namun, fenomena itu telah memunculkan kepanikan dan ketakutan luar biasa di kalangan masyarakat. Tak sedikit yang dilaporkan luka-luka ketika berlari untuk menyelamatkan diri. Bencana selalu saja menyisakan duka dan fenomena yang terkadang tak bisa dicerna logika.(naz/nasir nurdin)