Opini

Pemimpin dalam Pandangan Islam

KEPEMIMPINAN dalam Islam dikenal dengan istilah imamah, sedangkan pemimpin disebut imam. Kedudukan seorang pemimpin

Editor: bakri

Melihat kenyataan yang seperti inilah menurut penulis bahwa menjadi bagian dari golongan putih merupakan bentuk pilihan yang tidak rasional dan perlu dipertimbangkan. Sebuah hadis yang sering kita dengar, Nabi saw bersabda, “Barang siapa yang melihat kemungkuran hendaklah ia mencegah dengan tangannya (kekuasaan), jika ia tidak mampu dengan tangan lakukan dengan lisan (teguran, nasihat), jika tidak mampu dengan lisan, maka dengan hatinya. Dan itu selemah-lemah iman.” (HR. Bukhari).

Hadis tersebut menunjukkan setiap manusia mempunyai kewajiban yang sama untuk memperbaiki kehidupan sesama manusia. Asumsinya adalah ada sebuah kelompok berjumlah 15 orang, sepuluh orang yang sedang  merusak tiang rumah, sedangkan lima orang lainnya melarang perbuatan tersebut dan tidak dihiraukan larangan itu. Akan dibutuhkan waktu yang lama untuk merusak rumah dengan jumlah sepuluh orang dibandingkan dengan jumlah lima belas orang.

Jika kita misalkan sekarang orang tersebut sebagai anggota Dewan, sepuluh orang yang pekerjaannya melanggar aturan, sedangkan lima orang masih di jalan yang benar. Ketika kita mau menggunakan hak pilih kita secara baik dan benar, artinya memilih calon yang baik tanpa unsur dibayar mungkin jumlah orang yang menyelamatkan rumah tersebut menjadi sepuluh orang dan yang merusak tiang rumah cuma lima orang. Dengan demikian, rumah tersebut akan selamat dari tangan-tangan orang yang merusak.

Ketika kita yang punya pengetahuan lebih luas malah memilih untuk golput dan tidak peduli dengan lingkungan, dikhawatirkan justru akan terpilih mereka-mereka yang semuanya akan merusak tiang rumah tersebut. Rasionalkah kita menjadi golput?

Sebagai negara yang menganut sitem demokrasi, rakyat mempunyai hak penuh untuk memilih pemimpin serta wakil rakyatnya dalam setiap pemilu. Mamfaatkan kesempatan memilih sebaik mungkin karena pemimpin lahir dari tangan rakyat yang memberi akibat baik dan buruknya pula kepada rakyat sendiri. Jangan pernah mengabaikan kesempatan untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat yang baik, mungkin saja satu suara kita akan memenangkan pemimpin adil yang selalu memegang teguh jabatannya sesuai ketentuan Allah dan hukum positif yang berlaku. Ketika itu terjadi, pemimpin tersebut akan menjadikan jabatannya sebagai jalan dakwah, menghidupkan syiar-syiar Islam yang telah padam, sehingga pahalanya akan kita petik bersama sebagai orang yang telah ikut memilihnya. Amin.

* Tgk. Usman Nazaruddin, S.HI, Anggota Relawan Demokrasi KIP Aceh Utara, alumnus STAIN Malikussaleh Lhokeumawe, dan Siswa SDAU Aceh Utara Agkatan IV (2014). Email: usmanqarni@yahoo.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved