Breaking News
Sabtu, 13 Juni 2026

LIBaS

Minim Produk Unggulan

JANGAN senang dulu kalau-kalau Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengumumkan nilai ekspor Aceh meningkat

Tayang:
Editor: bakri

JANGAN senang dulu kalau-kalau Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mengumumkan nilai ekspor Aceh meningkat. Sebagai masyarakat yang aktif dan konstruktif, kita perlu mengetahui komoditi apa yang berkonstribusi dalam peningkatan nilai ekspor tersebut. Jangan-jangan, yang diekspor ikan dan udang segar. Jangan-jangan yang diekspor biji kopi mentah.Duh!

Kita harusnya kecewa donk. Saya pribadi tak rela. Tak rela dari tahun ke tahun kopi Aceh terus diekspor, namun peredaran kopi sachet yang katanya diproduksi di luar Aceh justru ramai dikonsumsi masyarakat. Harusnya kita mendukung gerakan mencintai produk lokal. Kita punya ‘Kopi Teungku Aceh’ yang sudah diproduksi sejak 1956. Kita juga punya produk ‘Kopi Uleekareng’. Begitu juga di Tanah Gayo ada pula ‘Bergendal Koffie’.

Harusnya produk tersebut terpajang di warung-warung kopi di Aceh. Harusnya kita membeli dan mengonsumsi produk tersebut, sehingga komoditas biji kopi Aceh bisa dioptimalkan untuk memproduksi kopi unggulan dalam jumlah besar.

Nah bayangkan lagi coba! Produksi sawit Aceh tak kecil loh. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Investasi dan Promosi Aceh, sedikitnya 585.744 ton sawit diproduksi pada tahun 2011. Lalu produksinya kembali meningkat pada 2012 menjadi 616.306 ton. Produksi tersebut merupakan sumbangan sawit dari perkebunan rakyat, perkebunan negara dan swasta.

Dengan jumlah itu, tentu kita berharap ada pengusaha Aceh yang mau memproduksi minyak goreng lokal. Nyatanya bak pungguk merindukan bulan. Kita belum memiliki minyak goreng made in Aceh dengan kemasan yang menarik. Dapur ibu-ibu masih dipenuhi dengan minyak goreng produk luar. Prihatin. Semoga pembangunan Pabrik Minyak Goreng di Subulussalam benar-benar bisa terealisasi.

Kita juga punya komoditas kakao. Kendati produksi kakao Aceh belum bisa dikatakan besar, namun 40.664 ton yang dihasilkan pada 2012 menunjukkan komoditas ini berpotensi besar untuk dikembangkan. Tapi ingat, jangan melulu kepikir ekspor barang mentah ya. Contoh aja Bang Irwan Ibrahim di Bandar Baru, Pidie Jaya. Dia menyulap kakaonya menjadi coklat enak bernama ‘Socolatte’.

Tapi sayang minim promosi. Pemerintah Pidie Jaya dan Pemerintah Aceh belum berkonstribusi besar. Padahal, apa salahnya sih tamu-tamu pemerintah yang datang dari berbagai daerah diberi bingkisan ‘Socolatte’. Apa salahnya juga jika ‘Socolatte’ disokong promosinya di televisi pemerintah dan swasta melalui program pengembangan UMKM Aceh.

Kita butuh sosok Irwan Ibrahim lainnya yang terus konsisten memproduksi coklat lokal. Kita butuh mereka untuk membuka pakem pemerintah yang masih monoton dalam mendukung pengembangan produk lokal Aceh.

Kekayaan alam Aceh juga luar biasa. Tanah yang subur ini memungkinkan Aceh memiliki komoditas lokal dalam jumlah besar. Berdasarkan jenisnya, komoditas Aceh dibagi dalam dua bagian, yakni komoditi migas dan non-migas. Di sektor migas, Aceh memiliki komoditi minyak bumi mentah, dan kondensat. Hingga saat ini, ketiga komoditas itu masih terus diekspor ke berbagai negara.

Sementara itu, komoditi non-migas Aceh umumnya berada di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, dan pertambangan serta industri.

Sayang tak banyak produk unggulan Aceh berbasis komoditas. Potensi komoditas itu justru dioptimalkan orang luar. Mereka mengimpor sawit Aceh dengan murah lalu menjual minyak goreng untuk Aceh dengan harga mahal. Anehnya, kita masih larut dan berlomba-lomba untuk bekerja pada pemerintah. Kita masih suka memburu proyek-proyek pemerintah. Dan pemerintah pun masih saja larut dengan segudang seremoni. Lah kalau begini terus, apa kata dunia?

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved