Cerpen
Loria dan Sepatu Tua
KISAH ini telah disampaikan berulang kali dan turun temurun oleh puak tukang hikayat di Teluk Baraday
Editor:
bakri
“Bagaimana mungkin aku lupa pada perompak kapalku sendiri?” Lah Sulet balik bertanya seraya tergelak. “Baiklah, nanti kita sambung lagi. Sekarang, mari tidur. Besok kalian harus mencuri lagi dan aku akan pulang ke Baraday,” tutup Lah Sulet. Persekongkolan Mujair berlalu. Hamdaniah, Wak Lahor, dan Shakir menatap kesal pada Lah Sulet. Sembari pulang ke tempat tidur, masing-masing mereka meninggalkan satu ketukan di kepala sang pencerita. Wak Lahor memberi ketukan sekuat tenaga.
* Nazar Shah Alam, pegiat di Komunitas Jeuneurob Banda Aceh
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.prohaba.co |