Ali Hasjmy, Sie Reboh, dan Meudagang
Perhatikan, bagaimana kalutnya mereka dengan perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, yang dipahami oleh Ali Hasjmy sebagai sesuatu yang di luar Islam
Pengalaman Ali Hasjmy di atas menunjukkan betapa gelombang angkatan dari kelompok inteligensia baru di Aceh tumbuh dengan sangat subur, dengan memanfaatkan jaringan pendidikan modern, baik di Sumatera Barat, kemudian juga di Timur Tengah. Melalui jaringan pendidikan aliiran modernis demikian, maka pembaharuan di bidang agama dan politik dapat dilakukan melalui pendirian lembaga-lembaga pendidikan Islam modern, seperti Jaddam, MIM Lampakuk, Normal Islam Bireuen dan lain-lain. Secara politik-pun, kebangkitan dari kelompok inteligensia ini juga yang mendorong lahirnya Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) yang memang sangat memiliki pengaruh dalam reformasi pendidikan modern di Aceh, salah satu prestasinya adala dengan membangun sebuah sekolah guru, yang dinamakan Normal Islam School.
Selepas menyelesaikan pendidikan tahap awal di Sumatera Barat, Ali Hasjmy kemudian menjadi guru di Perguruan Islam Seulimeum, lembaga ini pun kemudian juga diisi oleh tokoh intelegensia lainnya yang kemudian memiliki peran besar dalam revolusi sosial berikutnya di Aceh, yaitu Ahmad Abdullah dan Said Abu Bakar (Remantan, 1985: 241). Perguruan Islam Seulimeum ini-lah yang kemudian menjadi pelopor pengusiran Belanda dari Aceh melalui serangan menjelang tengah malam yang menewaskan Controleur JC. Tiggelman. Peristiwa penyerangan ini kemudian, tidak menjadi tonggak keluarnya Belanda dari dan masukknya Jepang ke Aceh, menjadi tonggak peran Ali Hasjmy dalam pergerakan politik di Aceh di kemudian hari dengan menjadi pemimpin Lasykar Rencong, sebuah divisi militer Pesindo Aceh yang memiliki peran besar sekitar tahun 1945-1949 (Hasjmy, 1995: 164-172).
Akhir kata, narasi singkat di atas, melalui jaringan pengetahuan yang oleh generasi Ali Hasjmy telah membuat Aceh kembali bangkit, setelah porak poranda akibat perang kolonial. Bahkan melalui penataan di bidang pendidikan serta agama, sosial dan budaya, kita dapat melihat Aceh yang selalu bersiap melalui setiap perubahan yang ada. Dan tidak disangka, sie reboh-pun ikut menjadi saksi sejarah panjang ini!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ali-hasjmy.jpg)