Cerpen

Asmara Bunga Ganja

Hujan deras baru saja berhenti. Matahari sudah bersiap-siap menuju peraduan

Editor: bakri

Ijazah dia tidak punya. Dia drop out SMP, karena sekolahnya dibakar oleh para pembenci pendidikan. Kebun kelapa peninggalan orang tuanya telah beralih kepemilikan. Bukan dijual. Tapi tiba-tiba beralih hak milik, setelah orang kota dan pintar-pintar datang membawa sertifikat dari BPN.

Dia kalah, karena orang tuanya tidak punya surat. Badrun hanya memegang surat tupei yang dikeluarkan oleh geuchik di era Belanda baru keluar dari Aceh.

Kini kebun yang luasnya lima hektar itu telah beralih menjadi areal kebun sawit milik orang kaya, yang merupakan teman politik Gubernur.

***

Dalam kebimbangan yang tertahankan, datang Leman Kleng, seorang pemuda berbadan tegap dari kota. Dia mengajak badrun untuk menanam ganja.

“Drun, bila ganja kita panen, jangankan Zalikha, Situ Nurhaliza saja bisa kau pinang. Jangankan sepeda motor, mobil mewah sanggup kau beli,” kata Leman dengan gaya menjanjikan.

“Ah masa gitu hasilnya. Emangnya yang kita tanam pohon sabu apa?”timpal Badrun.

“Ah kau. Dasar udik. Lihat aku! Mobil yang kupakai itu hasil sekali panen ganja. Istriku sekarang dua orang. Satu Aceh dan satu lagi Eropa, bro. Kau tahu sendiri kan gimana dahsyatnya perempuan kulit putih bila malam hari tiba? Ah, tak perlulah kujelaskan panjang lebar. Film bokep itu sudah jadi panduan buatmu untuk mengerti,” kata Leman berlagak.

Badrun terpancing. “Aku hanya ingin menikahi Zalikha. Hanya itu,” jawabnya pelan.

“Terserah kau lah mau menikah dengan siapa. Bila engkau setuju, aku punya dana untuk kita mulai merintis mimpimu itu. Sebagai teman aku siap membantu, bro,” kata Leman.

***

Harapan mulai tumbuh. Dalam hitungan beberapa hari lagi, kebun ganjanya akan panen. Leman sudah dua minggu tidak lagi berkunjung. Dia berjanji akan datang dengan membawa serta para pekerja, bila panen tiba.

“Nanti bila sudah benar-benar siap panen, kau telpon aku. Biar kubawa pekerja dari kota. Terlalu bahaya bila melibatkan orang kampung,” kata Leman. Badrun percaya.

Badrun sudah tidak sabar. Dia menelpon Zalikha untuk menyampaikan kabar bahagia.

“Sayang, bulan depan Insha Allah Abang akan melamar adik.”

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved