Cakrawala
Musibah Bank Aceh Menyisakan Misteri
"Bagi saya, kebakaran Bank Aceh ini menyimpan misteri luar biasa, kenapa bisa sampai ludes," ujarnya...
Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Musibah yang menimpa Bank Aceh yaitu terbakarnya gedung dan segala inventarisnya sangat menggemparkan publik Aceh. Ketergantungan masyarakat Aceh terhadap bank milik Pemerintah Aceh itu sudah menjadi rahasia umum, mulai dari gaji PNS, pensiunan, hingga segala jenis kredit yang dibutuhkan masyarakat, disediakan oleh bank ini. Namun, terbakarnya bank no 1 di Aceh ini masih menyisakan misteri bagi Dani, maupun masyarakat Aceh umumnya.
"Bagi saya, kebakaran Bank Aceh ini menyimpan misteri luar biasa, kenapa bisa sampai ludes," ujarnya, Jumat (24/4/2015) lewat sambungan telepon. Dani mengatakan, dirinya menemukan sejumlah kejanggalan pada musibah yang terjadi pada Rabu, 22 April 2015.
Dia menambahkan, sistem pengamanan pada Bank Aceh itu menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat Aceh. "Info yang beredar petugas IT itu (Yudesri) menggantikan piket temannya, ini harus dijelaskan. Terus kenapa Almarhum bisa terkunci di ruangannya, bagaimana sistem pengamanannya, kenapa Hydrant tak berfungsi?" Tanya Dani.
Program Cakrawala yang berlangsung selama 1 jam itu, mengupas Salam Serambi edisi Jumat, 24 April 2015 yang bertajuk “Sebuah Pelajaran dari Musibah Bank Aceh.” Program yang dikemas secara interaktif itu dipandu Host Tia Andalusia dan menghadirkan Redaktur Pelaksana Harian Prohaba, Nurdinsyam.
Nurdinsyam mengatakan, menjawab pertanyaan yang diajukan Dani itu, media tidak ingin berspekulasi pada kebakaran Bank Aceh ini. "Media hanya mem-publish pernyataan resmi dari sumber yang berwenang, kita tahu ada dugaan seperti itu di masyarakat, namun biarkan pihak Kepolisian yang bekerja," jelasnya.
Dia juga mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Direksi Bank Aceh yang telah bergerak cepat dan memberi rasa aman dan ketenangan kepada masyarakat aceh.
Sementara itu, Divisi Humas Bank Aceh, Amal Hasan mengatakan, rasa terimakasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu proses pemulihan Bank Aceh. Dia menambahkan, pihaknya banyak belajar dari musibah Tsunami 10 tahun silam. "Sistem IT kita cukup baik, sehingga transaksi perbankan sudah kembali normal pada pukul 8.15 WIB di hari musibah itu, dan kita belajar dari Tsunami," ujarnya, Jumat (24/4/2015) lewat sambungan telepon.
Amal juga mengatakan, transaksi nasabah bisa dilakukan seperti biasa. "Untuk masalah operasional dialihkan ke Bank Aceh KCP Lingke, administrasi kita pindahkan sementara ke Kantor Pusdiklat Bank Aceh di Blower, dan khusus perkreditan dan pensiunan di KCP Ulee Kareng," jelas dia.
Terkait pertanyaan Nurdinsyam tentang nasib dokumen berharga milik nasabah di bungker, Amal mengatakan, "Kita berharap aman, tapi belum punya akses ke sana karena sedang dilakukan penyidikan oleh Polda Aceh dan Polda Sumut. " kata dia.
Dia memastikan, semua dokumen berharga milik nasabah menjadi tanggungjawab bank kebanggaan masyarakat Aceh itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mobil-pemadam-kebakaran-bersiap_20150423_090115.jpg)