Menggapai Puasa Sehat
8 Gelas Air Putih Menjaga Hidrasi Tubuh
Kita imbau masyarakat tidak mengurangi asupan air putih minimal delapan gelas sehari.
Penulis: Muslim Arsani | Editor: Faisal Zamzami
Dampaknya, banyak warga merasakan gerah dan kehilangan cairan tubuh akibat suhu panas yang melanda. Terlebih lagi, mayoritas umat muslim yang berpuasa tidak makan dan minum selama 14 jam.Kondisi ini semakin memicu tubuh mengalami dehidrasi.
Dehidrasi adalah kondisi dimana tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan sehingga tubuh tidak punya cukup cairan untuk menjalankan fungsi normalnya.
Pakar Fisiologi yang juga anggota Indonesian Hydration Working Group (IHWG) dr Ermita Ilyas Ermita seperti dikutip Kompas.com, Jumat (29/5/2015) mengungkapkan, udara yang sangat panas akan membuat kelembaban tubuh menjadi rendah. Cairan dalam tubuh pun menguap dan mengeluarkan panas.
Ermita mengatakan dehidrasi ringan ditandai dengan rasa haus, mulut kering, dan tubuh lemas. Beberapa indikator lain juga menyebabkan hilangnya fokus dan konsentrasi.
Pada tingkat yang cukup parah, dapat menyebabkan penderitanya pingsan dan suhu tubuh tinggi.
Kekurangan cairan juga dapat terjadi pada seorang yang tengah berpuasa. Terlebih jika suhu udara panas, pengeluaran cairan dari dalam tubuh makin besar melalui keringat dan penguapan.
Air bagi tubuh
Berbagai penelitian menyebutkan air merupakan komponen paling esensial dalam tubuh manusia.
Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr Masaru Emoto menguraikan, secara keseluruhan tubuh manusia terdiri atas 75% air. Sementara 74,5% otak juga terdiri atas air. Demikian pula dengan darah, 82% berisi air. Bahkan tulang yang keras pun mengandung 22% air.
Dalam kasus orang yang berpuasa, asupan air putih sangat penting untuk menjaga tubuh senantiasa terhidrasi (cukup cairan) dan menunjang organ berfungsi dengan baik. Sebab selama 14 jam berpuasa tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman apapun. Sehingga jika asupan air putih tidak mencukupi sesuai kebutuhan, maka tubuh akan mengalami dehidrasi.
"Sebetulnya dehidrasi bisa dihindari selama kita mengonsumsi air putih yang cukup. Air putih punya peran yang sangat sentral dalam tubuh sebagai media pengangkut nutrisi, vitamin dan zat esensial lainnya ke dalam tubuh," kata dr Husna MPH, Kepala Bagian Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.
Dalam kondisi hari biasa, minum air putih dapat dilakukan kapan saja saat tubuh membutuhkan.
Berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tubuh tetap memerlukan asupan air putih sebanyak delapan gelas atau setara dua liter setiap hari.
Menurut dr Husna, sedangkan untuk orang berpuasa jumlah asupan air putih pada dasarnya tetap sama seperti hari biasa yakni delapan gelas per hari. Hanya saja bagi orang berpuasa, asupan air putih dilakukan secara terpola dan terjadwal.Sebab, orang yang berpuasa tidak makan dan minum sejak sahur hingga waktu berbuka.
Karena itu, kata dr Husna, untuk mencukupi asupan cairan dalam tubuh selama puasa dapat disiasati dengan menerapkan pola minum air putih 2+4+2. Yaitu saat berbuka minum dua gelas. Kemudian saat makan malam hingga menjelang tidur minum empat gelas.
“Dua gelas yang terakhir bisa diminum saat sahur, jadi cairan yang hilang pada siang hari bisa diganti pada malam. Diminum secara terjadwal, bukan diminum sekaligus karena bisa memberatkan fungsi ginjal,” ujarnya.
Strategi minum air putih dengan pola 2+4+2 ini juga diperkenalkan Danone AQUA, selaku pelopor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) pertama di Indonesia. Pola asupan air putih 2+4+2 ini adalah cara sederhana agar selama berpuasa tubuh senantiasa terhidrasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-minum-air-putih_20150709_183823.jpg)