Breaking News:

Opini

Guru, Belajar dari Kebangkitan Jepang

ENAM hari setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, yang menyebabkan Jepang

Sementara berita resmi statistik BPS, pada 2013 jumlah pengangguran terbuka di Indonesia sebanyak 7.170.523 orang. Lulusan SLTA umum menempati posisi terbanyak dengan jumlah 1.841.545 orang (26%), disusul lulusan SLTP sejumlah 1.822.395 orang (25%). Dari 2004 sampai 2013, jumlah penggangguran dengan pendidikan SLTA umum mengalami kenaikan, dari 2.441.161 orang (24%) pada 2004 menjadi 1.841.545 orang (26%) pada 2013.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan pengangguran yang berpendidikan universitas, dimana dari 348.107 orang (3%) pada 2004 meningkat menjadi sejumlah 421.717 orang (6%) pada 2013, dan bahkan pada 2010 sempat mengalami kenaikan hingga 9% atau sejumlah 710.128 orang. Untuk data Aceh sendiri dengan penduduk 4.906.835 jumlah angkatan kerja 2.123.312 orang, yang bekerja 1.931.823 orang dan pengangguran 191.489 orang, sementara penduduk miskin 18.05%.

Kritik yang selama ini muncul adalah kesiapan para lulusan memasuki dunia kerja, baik dari aspek kompetensi maupun profesionalisme. Melalui institusi pendidikan diharapkan tenaga kerja mendapat bekal yang cukup dalam menghadapi dunia kerja baik di tingkat nasional maupun internasional. Industri dan pendidikan ke depan harus memiliki sinergi yang saling mendorong perkembangannya. Jangan sampai tumbuh sebagai parasit satu sama lain. Dengan sinergi yang baik, industri diuntungkan, dan dunia pendidikan dapat diberdayakan.

Kelima, Saya akan kirimkan sebagian anda ke luar negeri, pelajari dengan benar dan bawa pulang ke jepang. Belajar di luar negeri merupakan suatu keinginanan untuk menimba ilmu dan mencari pengalaman di negeri orang. Bak pepatah yang mengatakan, tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina. Hal ini merupakan seruan dan anjuran agar kita mempunyai keinginan belajar dan mencari pengetahuan walaupun tempatnya jauh dan asing bagi kita.

Belajar di luar negeri adalah usaha untuk meraih masa depan yang lebih baik. Kita menyadari bahwa masa depan seseorang akan sangat dipengaruhi oleh pendidikannya. Dengan belajar di mancanegara ini kita akan mendapatkan pengalaman dan wawasan global, wawasan yang lebih luas. Ini penting, karena sekarang banyak perusahaan internasional yang beroperasi di berbagai negara yang bisa memberikan peluang dan sekaligus tantangan bagi kita semua. Dengan wawasan global yang kita peroleh ini, kita akan dapat berkompetisi secara lebih baik dalam mencari lapangan pekerjaan di dalam maupun luar negeri.

Pemerintah Jepang sendiri kini juga konsen dengan bantuan belajar luar negeri bagi guru, misalnya dengan beasiswa Monbukagakusho berupa training (pelatihan) guru Indonesia. Ini adalah kesempatan emas bagi guru Indonesia yang ingin menjadi guru yang lebih baik. Beasiswa ini sengaja dirancang khusus agar guru dapat meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Selain diberikan pelatihan dalam cara mengajar, juga dibimbing membuat rencana belajar mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa, serta pelatihan lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru.

Pemerentah Aceh sudah seharusnya melanjutkan pemberian beasiswa bagi guru dalam bentuk in-service training agar guru-guru kita memiliki wawasan lebih luas lagi dalam upaya mendidik generasi kita yang mampu bersaing secara global. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh Kaisar Jepang pasca Perang Dunia II, hendaknya menjadi renungan bagi kita untuk memikirkan kembali upaya-upaya dalam memajukan pendidikan Indonesia, terutama di Aceh. Semoga!

* Prof. Dr. Jamaluddin, M.Ed., Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry/Koordinator Kopertis Wilayah XIII Aceh. Email: kopertis13@yahoo.com

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved