Mahalnya Biaya Pendidikan Dasar
SEBUT saja namanya Erni. Ibu muda beranak satu ini mengeluh dengan permintaan
Sedangkan Kepala MIN Mesjid Raya, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Ummiyani MPd mengatakan, jumlah dana BOS yang bisa dipakai untuk membeli buku cuma 2-10 persen. “Jumahnya tentu tidak mencukupi, maka kekurangannya ditanggung oleh wali murid,” terang Kepala MIN Mesjid Raya itu.
Seperti juga sekolah yang lain, dia menyebutkan bahwa dana BOS yang dialokasikan untuk itu mengacu kepada pagu yang dikeluarkan Kanwil Kemenag Aceh. Prioritas penggunaan untuk membeli buku pelajaran agama meliputi Alquran, akidah akhlak, fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan bahasa Arab. Sedangkan tujuh mata pelajaran umum lainnya meliputi bahasa Indonesia, matematika, PPKN, IPS, IPA, penjas, dan seni budaya merupakan prioritas berikutnya dengan menggunakan sisa dana BOS yang ditambah uang dari wali murid.
Dijelaskan, berdasarkan data tahun 2014 dan 2015, sekitar Rp 20 juta dana BOS dihabiskan untuk membeli buku. Sedangkan pada tahun 2013 kurang dari jumlah tersebut. Wali murid rata-rata harus mengeluarkan uang beli buku sekitar Rp 300.000-an per tahunnya. MIN Mesjid Raya sendiri memiliki murid sebanyak 1.200 orang. Itu artinya, jika saja satu orang murid harus mengeluarkan uang 300.000 per orang, maka jumlah belanja buku siswa di MIN Mesjid Raya mencapai Rp 360 juta per tahun. Nah, siapa bilang pendidikan dasar di Aceh gratis? (sak/rul/bah)