Senin, 20 April 2026

Wahai Para Istri Inilah Dosa-Dosa Suami yang Perlu Diketahui

“Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan

Editor: Amirullah
Ilustrasi 

SUAMI adalah pasangan seorang istri. Suami sejatinya menjadi teladan kebaikan bagi istrinya.

Dari suami pula seharusnya seorang istri belajar teladan dalam setiap kebaikan agar kehidupan rumah tangganya harmonis.

Tapi bagaimana jika yang terjadi sebaliknya; seorang istri selalu merasa terzalimi oleh suaminya? Itu artinya seorang suami sudah melakukan dosa kepada istri yang seharusnya ia cinta dan sayangi.

Dalam kehidupan rumah tangga, pertengkaran kecil semestinya menjadi bumbu-bumbu yang “indah” untuk menguatkan rekatan kasih sayang suami istri. Tapi bagaimana jika suami sudah sering melakukan dosa kepada istrinya?

Dalam tulisan singkat ini, akan diulas beberapa dosa suami yang sering terjadi dalam kehidupan rumah tangga seorang Muslim bahkan disadarinya atau tidak.

Diantara sekian banyak dosa suami kepada istri itu antara lain sebagai berikut.

Lupa Berbakti pada Orang Tua | Kebanyakan lelaki jika sudah menikah, seringkali ia lupa berbakti kepada kedua orang tuanya.

Sejatinya, menikahi seorang wanita adalah jalan untuk menjadikan diri menjadi lebih soleh dan berbakti lagi kepada kedua orang tua, tapi kebanyakan lelaki yang sudah menikah malah lupa dan seolah melupakan kedua orang tuanya.

Dulu sangat perhatian dengan orang tuanya, mendoakannya, mengunjunginya, menanyakan kabarnya, menyisihkan uang untuk kedua orang tuanya tapi setelah menikah, semua itu tinggal kenangan.

Jarang telepon menanyakan kabar kedua orang tuanya, jarang mendoakannya dan hal-hal baik lainnya tidak ia lakukan lagi.

Hal itu terjadi setelah dirinya menikah. Lalai dari berbakti kepada orang tua setelah menikah adalah satu diantara sekian banyak kesalahan yang dilakukan oleh sebagian suami.

Setiap Muslim tahu kedudukan orang tua disisinya dan tentu diantara orang yang paling berhak menerima kebaikkan kita adalah orang tua kita.

Dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu berkata, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Shallallahhu ‘Alaihi Wasalam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi?” Beliau menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah Ta’ala senantiasa membuka pintu maaf-Nya karena kelalaian yang seringkali dilakukan seorang lelaki untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.

Buruk Sangka pada Istri | Sejatinya, istri bisa diibaratkan pakaian yang melekat di tubuh bagi seorang suami. Karena itu, seorang suami tidak bisa lepas dari istrinya, sebab istri adalah pakaian baginya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved