Senin, 20 April 2026

Wahai Para Istri Inilah Dosa-Dosa Suami yang Perlu Diketahui

“Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan

Editor: Amirullah
Ilustrasi 

Semestinya pula, tidak pantas seorang suami berburuk sangka kepada istri yang telah ia halalkan kehormatannya dengan dua kalimat syahadat. Islam melarang seorang Muslim berburuk sangka kepada Muslim lainnya, terlebih lagi jika itu dilakukan seorang suami kepada istrinya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jauhilah sifat berprasangka karena sifat berprasangka itu adalah sedusta-dusta pembicaraan. Dan janganlah kamu mencari kesalahan, memata-matai,janganlah kamu berdengki-dengkian, janganlah kamu belakang-membelakangi danjanganlah kamu benci-bencian. Dan hendaklah kamu semua wahai hamba-hamba Allahbersaudara.” (HR. Bukhari)

Tidak Ada Rasa Cemburu pada Istri | Inilah salah satu dosa yang seringkali dilakukan suami kepada istrinya; tidak atau kurang memiliki rasa cemburu terhadap istrinya.

Bila seorang suami tak punya sifat dan sikap cemburu kepada istrinya, maka sangat mudah bagi istri yang tak solehah untuk berselingkuh dibelakang suaminya. Tentu saja, perbuatan istri itu tidak dibenarkan syariat, sebab ada lelaki lain yang dicintainya selain suaminya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (meremas), maka berguguranlah dosa-dosa suami istri dari sela-sela jarinya.” (HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudruzi)

Jadilah suami yang perduli kepada istri, jangan sampai istri Anda mencintai lelaki lain karena ketidakpedulian Anda terhadap ketulusan cinta seorang istri.

Meremehkan Kedudukan Istri | Tentu bukan akhlak yang mulia jika ada seorang suami yang meremehkan kedudukan istrinya.

Seorang suami yang meremehkan kemuliaan istri biasanya karena ego suami yang terlalu tinggi dan watak kerasnya yang merasa lebih memliki power dibanding istrinya.

Meremehkan istri terkadang tidak disadari seorang suami akibat candaan-candaannya yang berlebihan, atau dengan cara lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Saling berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum perempuan. Sebab, perempuan itu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Dan bagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Jika kamu ingin meluruskannya, kamu pasti membuatnya patah. Namun, jika kamu membiarkannya, ia kan tetap bengkok. Jadi, saling berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum perempuan.” (HR. Bukhari).

Menyerahkan Kepemimpinannya pada Istri | Dalam keseharian, bahkan dalam kehidupan sebuah masyarakat Muslim sekalipun, terkadang masih ditemui kendali kepemimpinan diserahkan kepada seorang istri.

Apa artinya seorang lelaki dijadikan pemimpin jika kepemimpinannya justeru diserahkan kepada istrinya.

Bukankah Allah Ta’ala telah mengatakan bahwa lelaki itu adalah pemimpin?

Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda tentang satu janji bahwa tidak akan beruntung suatu kelompok jika kepemimpinannya diserahkan kepada seorang wanita. Dari Abu Bakra, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita.” (HR. Ahmad, Bukhari, Tirmidzi, dan Nasa’i)

Memakan Harta Istri Tanpa Izin | Suami adalah orang yang bertanggung jawab mencari nafkah untuk istri dan anak-anaknya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved