Puluhan Nisan Kesultanan Aceh Ditemukan Usai Terkubur Tsunami
Jejak kemasyhuran Aceh tempo dulu di bawah kerajaan Aceh Darussalam masih bisa dilihat dari peninggalannya. Sebut saja kompleks makam raja diraja..
Penulis: Nurul Hayati | Editor: Yusmadi

"Satu makam ada dua nisan, jadi ada 120 nisan disini. Lalu setelah tsunami pada 2012 ditemukan kembali makam-makam itu, dan pada tahun ini teman-teman dari Mapesa kembali mencari nisan yang sudah terbenam karena tsunami tersebut. Nisan- nisan itu terbenam dengan kedalaman setengah meter sampai satu meter setengah," jelasnya.
Dikatakan Mizuar, dari 30 nisan yang ditemukan selama empat kali minggu meuseuraya itu terdapat nisan Syaikhul Askar yang bergelar Jamaluddin.
Ia merupakan seorang tokoh ulama dan pengarah dalam memimpin peperangan saat menghadapi Portugis.
Selain itu, juga ditemukan seorang ulama dari Samudera Pasai yang bergelar Tun Kamil.
Ia seorang ulama yang shalih dan pemurah dan Syaikh yang cerdas.
Serta nisan Sitti Ula Syah binti Sultan Alaidin bin Sultan Ali Mughayatsyah yang merupakan pelopor berdirinya Kesultanan Aceh Darussalam.
Sitti Ula Syah merupakan putri sulung dari Sultan Alaiddin.

Sementara Dewan Pembina Mapesa yang juga kolektor naskah kuno, Tarmizi A Hamid mengatakan, berdasarkan hasil kajian epigraf Islam taqiyuddin muhammad, nisan-nisan itu diketahui sebagai miliknya para tokoh kesultanan Aceh adalah melalui inskripsi yang terpahat di nisan tersebut yang bertuliskan arab.
Di nisan itu juga terdapat nama dan syair-syair pengingat kepada generasi muda.
Seperti kalimat hikmah, 'dunia ini sesaat maka jadikan ia waktu ketaatan'.
Tarmizi atau yang akrab disapa Cek Midi mengatakan, selama ini nisan-nisan yang ditemukan tersebut belum mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Menurutnya penting bagi pemerintah untuk segera mendaftarkannya sebagai situs cagar budaya, agar dilindungi.
Ya, tak bisa dipungkiri benda-benda peninggalan sejarah tersebut ibarat mesin waktu.
Wisata budaya melemparkan kita kembali ke masa lampau dan menemukan identitas diri sekaligus kebanggaan terlahir dari gugusan pulau terbesar dunia bernama nusantara. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/temuan-mapesa1_20160928_184027.jpg)