Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Penyakit Ini Menyerang Banyak Orang, Bahkan Dapat Membunuh Secara Diam-diam

Semakin tinggi tekanan darah, maka akan semakin menyulitkan jantung untuk memompa darah (Udjianti, 2010).

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami

SERAMBINEWS.COM - Hipertensi adalah keadaan dimana terjadi peningkatan penekanan pembuluh darah secara terus menerus.

Semakin tinggi tekanan darah, maka akan semakin menyulitkan jantung untuk memompa darah (Udjianti, 2010).

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang akan berlanjut ke suatu organ target, seperti stroke (untuk otak), penyakit jantung koroner (untuk pembuluh darah jantung, dan hipertrofi ventrikel kanan (untuk otot jantung).

Dengan target organ di otak yang berupa stroke, hipertensi menjadi penyebab utama stroke yang membawa kematian yang tinggi (Bustan,2008).

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat.

Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Satu-satunya cara mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah dengan mengukur tekanan darah.

Tekanan darah diukur satuan mmHg dan ditulis dalam dua angka atas dan bawah.

Angka yang atas menunjukan tekanan darah sistolik, yaitu tekanan darah terbesar pada pembuluh darah yang terjadi ketika jantung berkontraksi.

Sedangkan angka yang bawah menunjukkan tekanan darah diastolik, yaitu tekanan darah terkecil dalam pembuluh darah ketika di antara kontraksi jantung ketika otot jantung relaksasi.

Jenis-jenis Hipertensi

Menurut Kaplan (2002) dan Udjianti (2010), berdasarkan penyebabnya hipertensi dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Hipertensi primer: hipertensi ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan seperti faktor keturunan, pola hidup yang tidak seimbang, keramaian, stress, dan pekerjaan.

Sikap yang dapat menyebabkan hipertensi seperti mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak,garam, aktifitas yang kurang, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan kafein, dan sebagian besar hipertensi tersebut disebabkan oleh faktor stress.

2. Hipertensi Sekunder: Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang diketahui penyebab spesifiknya. Hipertensi sekunder terjadi 5-10% penderita (Lilyasari, 2007). Hipertensi sekunder dapat disebabkan oleh:

Sakit Ginjal
Hipertensi sekunder yang terkait dengan ginjal disebut hipertensi ginjal (renal hypertension). Gangguan ginjal yang paling banyak menyebabkan tekanan darah tinggi adalah penyempitan arteri ginjal, yang merupakan pembuluh darah utama penyuplai darah ke kedua organ ginjal.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved