Usai Kecelakaan yang Dialami Setya Novanto, Kini Muncul Bakpao Bermerek SN, Tanpa Pengawet

Bakpao yang dibungkus plastik bening itu juga tertulis keterangan tanpa pemutih dan pengawet.

Editor: Faisal Zamzami
Kolase/Serambinews/IST
Setya Novanto dan Bakpao SN 

SERAMBINEWS.COM - Media sosial dihebohkan dengan beredarnya bakpao bermerek "SN".

Bakpao yang memiliki beragam varian rasa itu tersebar luas di grup percakapan WhatsApp.

Dalam foto terlihat ada rasa ayam, kacang dan kacang yang ditawarkan oleh bakpao "SN" tersebut.

Bakpao yang dibungkus plastik bening itu juga tertulis keterangan tanpa pemutih dan pengawet.

Bakpao SN (Ist)
Bakpao SN (Ist) 

Mengetahui beredarnya bakpao tersebut, Kompas.com lantas mencoba menelusuri asal muasal dari keberadaan makanan khas negeri China bermerek "SN" itu.

Setelah ditelusuri, diketahui jika pemilik usaha bakpao tersebut bernama Yanti yang berlokasi di Jember, Jawa Timur.

Yanti juga mengakui jika bakpao bermerek "SN" tersebut merupakan miliknya.

Namun, dia justru kaget ketika mengetahui bahwa bakpaonya menjadi viral dan tersebar luas informasinya.

"Yang edarkannya siapa, sih? Itu beredar di mana?" tanya Yanti.

Setya Novanto diperiksa perdana pasca penahanan dirinya terkait kasus korupsi KTP elektronik. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)
Setya Novanto diperiksa perdana pasca penahanan dirinya terkait kasus korupsi KTP elektronik. (TRIBUNNEWS/HERUDIN) 
 

Yanti juga mengungkapkan bahwa akhir-akhir ini banyak orang yang menelepon dirinya, terutama dari Jakarta, yang bertanya tentang bakpao "SN".

Ketika ditanya apakah merek "SN" itu merujuk ke tersangka kasus e-KTP Setya Novanto, Yanti mengaku tidak mengenal sosok tersebut.

"Saya ndak tahu siapa Setya Novanto itu. Saya jarang menonton televisi," kata Yanti.

Yanti mengatakan, merek "SN" bakpaonya diambil dari singkatan nama anaknya, Sendi Natasha.

Yanti mengakui, bakpao dengan merek tersebut baru dibuat dua hari yang lalu.

Namun, dia menegaskan bahwa merek "SN" tidak ada kaitannya dengan Setya Novanto.

Karangan bunga dari Sam Aliano untuk tersangka kasus dugaan korupsi e-ktp Setya Novanto. (Warta Kota/Joko Supriyanto) ( (Warta Kota/Joko Supriyanto))
Karangan bunga dari Sam Aliano untuk tersangka kasus dugaan korupsi e-ktp Setya Novanto. (Warta Kota/Joko Supriyanto) ( (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Diungkapkannya pula, bakpao tersebut dijual di sekolah-sekolah dekat dengan rumah Yanti dengan harga Rp 3.000 untuk bakpao ukuran kecil dan Rp 7.000 untuk bakpao ukuran besar.

Dia juga menerima pesanan, tetapi hanya untuk wilayah Jember dan sekitarnya.

Ditanya apakah sudah ada yang memesan dari Jakarta, Yanti mengaku belum ada.

"Ini, kan, kue basah, enggak mungkin dikirim ke Jakarta," katanya lantas tertawa.

Kuasa hukum Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Fredrich Yunadi. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Kuasa hukum Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Fredrich Yunadi. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) 

Diberitakan sebelumnya, pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengungkapkan jika kliennya mengalami luka parah di bagian kepalanya.

"Luka di bagian sini (pelipis), benjol besar segede bakpao," kata Fredrich di Rumah Sakit Permata Hijau, Jakarta, Kamis (16/11/2017).

Luka tersebut didapat oleh Setya Novanto akibat kecelakaan mobil yang menimpanya, Kamis.

"Beliau mengalami kecelakaan yang sangat parah," kata Fredrich.

Kecelakaan tunggal tersebut dialami Setya Novanto setelah mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik.

Mobil Fortuner bernomor polisi B 1732 ZLO itu mengalami rusak parah di bagian depan.

Kaca depan dan kaca samping mobil juga diketahui pecah akibat benturan. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved