Opini
Membangun Pariwisata Aceh
SATU sektor pembangunan yang mendapat perhatian serius Gubernur Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah
Kesiapan masyarakat
Aceh memiliki modal besar berupa keindahan alam, kekayaan sejarah, dan eksotisme budaya. Inilah magnet pariwisata Aceh. Namun di luar modal ini, jika dilihat dari sisi promoting dan strategi branding, maka persoalan mentalitas adalah variabel terpenting dan tak bisa ditinggalkan. Artinya, citra positif kepariwisataan Aceh sesungguhnya sangat tergantung pada kesiapan masyarakat Aceh sendiri. Betul, view, keindahan alam, sejarah dan eksostime budaya, dan lain sebagainya itu adalah magnet pariwisata, tapi mindset masyarakat Acehlah sesungguhnya yang menjadi faktor utama penentu keberhasilan program kepariwisataan kita. Tanpa mindset positif semacam ini kepariwisataan Aceh tidak akan pernah bergerak maju. Mengapa?
Aktivitas pariwisata secara sederhana dapat diartikan sebagai mobilisasi manusia baik secara individu maupun kelompok dari satu tempat ke tempat yang lain untuk tujuan rekreasi. Lingkup tempatnya bisa antardaerah (domestik), dan bisa antarnegara (mancanegara). Aktifitas pariwisata meniscayakan bertemunya beragam manusia dengan latar belakang budaya yang juga beragam dan berbeda-beda. Nah, keniscayaan ini tidak bisa tidak mensyarakatkan sebuah masyarakat yang terbuka dan ramah (open and friendly society).
Masyarakat yang terbuka, open-minded dan ramah pada akhirnya akan menjadi lebih mudah menjadi masyarakat yang sadar wisata, yakni masyarakat yang menyadari arti penting kepariwisataan, menyadari bahwa pariwisata adalah milik mereka bersama. Merekalah beneficieries utama yang paling berkepentingan dari keberhasilan program kepariwisataan, hingga kemudian termotivasi untuk berprilaku positif dan konstruktif, sejalan dengan semangat program kepariwisataan tersebut.
Jika masyarakat sadar wisata ini terwujud, maka Sapta Pesona (7 daya tarik pariwisata) yaitu keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan, tentu akan menjadi lebih mudah kita kelola, untuk kemudian menjadi garansi terjalinnya sinergi antara program pemerintah sebagai fasilitator dan partisipasi masyarakat sebagai penerima manfaat. Semoga saja!
* Miswar Fuady, Sekjen Partai Nanggroe Aceh (PNA) dan Direktur Prakarsa Cendekia. Email: miswarfuady@gmail.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gua-sarang-sabang_20170427_213356.jpg)