Citizen Reporter

Syiar Tastafi, dari Aceh Hingga Eropa

Pada Jumat dan Sabtu (12-13 Januari 2018) saya mengadakan sekaligus membuka Pengajian Tastafi Cabang Denmark

Syiar Tastafi, dari Aceh Hingga Eropa
IST
Penulis (berdiri/tengah) bersama warga Aceh di Denmark pada acara pembukaan pengajian Tastafi cabang Denmark, di salah satu masjid di Kota Hojiring Denmark, Januari 2018. 

 (Baca: Mengunjungi Masjid Fittja, Satu-satunya Masjid di Swedia yang Boleh Azan Pakai Pengeras Suara)

Kali ini saya menulis tentang antusiasnya warga Aceh di Denmark dalam mengikuti pengajian Tauhid, Tasawuf, dan Fiqah (Tastafi).

Warga Aceh di Denmark berdomisili di dua tempat  yang berbeda, yaitu di kota Hojiring dan di kota Ars.

Kedua kota ini berjarak sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan roda 4.

Dalam perjalanan Safari Dakwah di kota Hojiring, saya bersilaturahmi ke rumah-rumah warga Aceh di Hojiring, hampir 20 rumah kami bersilaturahmi.

Pada Jumat dan Sabtu (12-13 Januari 2018) saya mengadakan dan membuka Pengajian Tastafi Cabang Denmark di kota Hojiring bersama warga Aceh.

Penulis mengisi pengajian Tastafi di salah satu masjid di Kota Hojiring Denmark, Januari 2018.
Penulis mengisi pengajian Tastafi di salah satu masjid di Kota Hojiring Denmark, Januari 2018. (Facebook.com/Akhy Ael Ridamy)

Pengajian Tastafi adalah sebuah pengajian yang berada di bawah binaan Waled Hasanoel Bashry AG atau Abu Mudi Samalanga dan para ulama Aceh.

Pengajian Sastafi sudah berjalan lebih kurang enam tahun dan sudah memiliki sayap di seluruh Aceh, serta beberapa cabang luar negeri, seperti Malaysia, dan kali ini di Eropa.

Tgk Siti Aminah, alumni Dayah Mudi Mesra Samalanga dan salah satu pengajar agama di Denmark, berharap dengan terbentuknya Tastafi di Denmark bisa memperkuat ukhawah silaturrahmi antara warga Aceh di Eropa dan ulama-ulama, di Aceh maupun seluruh dunia.

Pengajian perdana

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved